Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025
Jumat, 16 Januari 2026 | 21:41
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember), realisasi investasi berhasil menembus angka Rp130,2 triliun.
TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memetakan ada empat kecamatan di wilayah Tangsel yang rawan banjir.
Di empat kecamatan tersebut, seperti dilansir dari iNews, Senin 16 Mei 2022, bila diguyur hujan deras mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir. Berikut ini empat kecamatan yang rawan banjir:
1. Kecamatan Setu
Banjir kerap terjadi di Kecamatan Setu yang disebabkan luapan Kali Cisadane. Salah satu titik yang rawan banjir, yaitu di kawasan Pesona Serpong. Lokasi lainnya yang rawan banjir, yakni di Kelurahan Bakti Jaya.
2. Kecamatan Pondok Aren
Banjir di Pondok Aren paling disebabkan oleh luapan Kali Ciputat dan drainase yang tak mampu menampung debit air. Lokasi yang rawan banjir, yaitu di Perumahan Pondok Safari Indah, Pondok Kacang Prima, Pondok Maharta, Kampung Bulak, Jurang Mangu Permai, Perumahan Taman Mangu Indah, dan Jalan Ceger Jurang Mangu Timur.
3. Kecamatan Pamulang
Lokasi rawan banjir di Pamulang berada di kawasan Perumahan Bukit Pamulang Indah, Perumahan Lembah Pinus, Perumahan Reni Jaya, dan di Jalan Siliwangi seberang Kelurahan Pondok Benda. Banjir biasanya disebabkan oleh drainase sedimentasi.
4.Kecamatan Serpong
Titik rawan banjir berada di Kampung Jati, Kelurahan Buaran, di Kampung Kayu Gede, dan di Jalan Raya Graha Boulevard.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember), realisasi investasi berhasil menembus angka Rp130,2 triliun.
TODAY TAGDi antara amalan yang dianjurkan pada bukan Rajab, khususnya bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj, adalah memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Polres Metro Tangerang Kota mengungkap fakta bahwa konsumsi obat-obatan keras jenis Tramadol dan Hexymer kerap dijadikan dorongan nyali bagi para remaja di Tangerang untuk tawuran.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews