Bayi Sulit Menyusu Belum Tentu Tongue Tie, Ini Penjelasan Dokter
Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:36
Bayi yang kesulitan menyusu memang kerap membuat orang tua khawatir, terlebih ketika muncul dugaan tongue tie atau kondisi yang membatasi gerakan lidah.
TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memetakan ada empat kecamatan di wilayah Tangsel yang rawan banjir.
Di empat kecamatan tersebut, seperti dilansir dari iNews, Senin 16 Mei 2022, bila diguyur hujan deras mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir. Berikut ini empat kecamatan yang rawan banjir:
1. Kecamatan Setu
Banjir kerap terjadi di Kecamatan Setu yang disebabkan luapan Kali Cisadane. Salah satu titik yang rawan banjir, yaitu di kawasan Pesona Serpong. Lokasi lainnya yang rawan banjir, yakni di Kelurahan Bakti Jaya.
2. Kecamatan Pondok Aren
Banjir di Pondok Aren paling disebabkan oleh luapan Kali Ciputat dan drainase yang tak mampu menampung debit air. Lokasi yang rawan banjir, yaitu di Perumahan Pondok Safari Indah, Pondok Kacang Prima, Pondok Maharta, Kampung Bulak, Jurang Mangu Permai, Perumahan Taman Mangu Indah, dan Jalan Ceger Jurang Mangu Timur.
3. Kecamatan Pamulang
Lokasi rawan banjir di Pamulang berada di kawasan Perumahan Bukit Pamulang Indah, Perumahan Lembah Pinus, Perumahan Reni Jaya, dan di Jalan Siliwangi seberang Kelurahan Pondok Benda. Banjir biasanya disebabkan oleh drainase sedimentasi.
4.Kecamatan Serpong
Titik rawan banjir berada di Kampung Jati, Kelurahan Buaran, di Kampung Kayu Gede, dan di Jalan Raya Graha Boulevard.
Bayi yang kesulitan menyusu memang kerap membuat orang tua khawatir, terlebih ketika muncul dugaan tongue tie atau kondisi yang membatasi gerakan lidah.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Calon pembeli rumah kini bisa melihat langsung hunian Allurea Type E di Asthara Skyfront City.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews