Connect With Us

Beri Rp30.000, Guru PNS Dilaporkan ke Panwaslu

| Rabu, 16 Februari 2011 | 17:12

Ketua Panwaslu Tangsel Sarono Budiharjo saat menjelaskan kepada para demostran. (tangerangnews / dira)


TANGERANGNEWS-Panwaslu Kota Tangsel terus menerima laporan dugaan kecurangan pada pemungutan suara ulang (PSU). Hari ini, seorang warga bernama Ahmad Riyan,30, ditemani enam orang ibu-ibu yang menjadi saksi,  melaporkan seorang guru PNS SD Negeri 1, Kademangan, Setu, Kota Tangsel  bernama Uki.
 
Ahmad Riyan mengatakan, guru PNS itu telah membagikan uang kepada warga di RT5/1 Desa Kademanga, Setu, Kota Tangsel sebesar Rp30.000. Peristiwa itu, menurut Ahmad Riyan terjadi pada Minggu (13/02) sekitar pukul 22.30 WIB. “Dia (Uki)  mengetuk pintu rumah warga, kemudian membaginya kepada warga seraya mengatakan, coblos No.3 pasangan Arsid-Andre Taulany pada PSU 27 Fenruari 2011 nanti,” ujar Riyan.
 
Riyan sendiri mengaku tidak mendapat uang tersebut. Namun, karena dia didesak warga untuk mendesaknya karena dia merupakan tokoh pemuda setempat akhirnya dia mau melaporkan itu. “Warga yang dapat uang itu kesal dan meminta saya melaporkannya. Mereka bertanya kepada saya, bisa tidak ini dilaporkan karena tindakan curang. Menurut ibu-ibu ini, jumlah yang dibagi cukup banyak ke warga, satu rumah Rp30.000,” terangnya.
 
Riyan pun kemudian melaporkan itu ditemani ibu-ibu yang mengaku siap menjadi saksi. Laporan Riyan dibenarkan Ani, seorang warga dari enam orang yang siap menjadi saksi dugaan kecurangan itu. “Yang membagikan ada dua orang. Jadi satu warga diberi Rp30.000 tetapi, satu rumah warga dikasih Rp30.000,” katanya.
 
Ditanya bukti, Ani mengatakan, uangnya sudah habis dibelanjakan. Tetapi dia siap jadi saksi meskipun kedepannya dia kemungkinan akan mendapat tekanan karena melaporkan itu.
 
“Saya cuma mau ngomong apa adanya saja. Kalau ada yang curang, yah curang, jangan maling teriak maling, dia (Uki) yang ngasih tetapi menyebutkan kandidat lain yang melakukan kecurangan. Saya siap jadi saksi di MK atau dimana pun, karena yang mengetahui keadaan di Tangsel yah sebenarnya kan masyarakat bawah seperti kami, MK hanya tahu dari orang-orang atas saja,” ujarnya.
 
Sementara itu, Staff Ahli Panwaslu Tangsel Ismoyo Handoko mengatakan, pihaknya telah mengintensifkan mekanisme laporan warga. “Karena kami kebanjiran laporan pelanggaran, kami meminta warga laporkan ini ke Panwas Kecamatan, sesuai dengan TKP,” katanya.
 
Untuk itu, pihaknya memanggil Panwas Kecamatan Setu untuk datang ke Panwaslu Kota Tangsel menerima laporan itu. “Ya, dapat dibayangkan selama PSU ini kami sudah menerima enam laporan, dari enam laporan itu semua sedang dalam proses. Sedangkan satu yang belum diproses adalah dugaan pembagian sembako yang dilakukan oleh Ketua RT di Setu yang diduga mengajak memilih Arsid-Andre,” katanya.  Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak terlapor maupun pasangan Arsid-Andre Taulany.(DIRA DERBY)
OPINI
Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Minggu, 17 Mei 2026 | 15:42

Pada 9 Mei 2026 Bareskrim Polri menahan 320 WNA pelaku sindikat judi online di gedung perkantoran Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Setiap tahun selalu ada penangkapan sindikat Judol.

KOTA TANGERANG
Akses Kendaraan ke Taman Elektrik Puspem Ditutup, Kendaraan yang Parkir Liar Bakal Diderek dan Digembosi

Akses Kendaraan ke Taman Elektrik Puspem Ditutup, Kendaraan yang Parkir Liar Bakal Diderek dan Digembosi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:14

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai melakukan penertiban parkir liar di kawasan Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Jumat, 22 Mei 2026.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

KAB. TANGERANG
Rupiah Melemah, Pemkab Tangerang Waspadai Potensi PHK Massal

Rupiah Melemah, Pemkab Tangerang Waspadai Potensi PHK Massal

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mewaspadai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang diakibatkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill