Warga Keranggan Tangsel Kekeringan, Pemkot Salurkan 4.000 Liter Air Bersih
Kamis, 9 Juli 2026 | 16:11
Cuaca panas ekstrem yang terjadi wilayah Kota Tangserang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya, mulai mengakibatkan kekeringan.
TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengimbau agar para pengendara mewaspadai sejumlah titik rawan banjir di daerah tersebut, saat cuaca ekstrem sedang melanda.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Kota Tangsel Faridzal Gumay menyebut pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan bencana di Tangsel seperti longsor dan banjir.
"Untuk titik banjir yang diwaspadai di Kampung Bulak, Maharta, Puri Bintaro Indah, Alkafi, Cipayung, Graha Bintaro. Itu genangan bisa mencapai 60 cm," kata Faridzal dikutip dari Wartakotalive.com, Rabu 28 Desember 2022.
Sementara titik longsor yang perlu diwaspadai yakni di kawasan Kecamatan Setu.
Terkait potensi angin kencang pihaknya tidak memetakan adanya puting beliung. Meski begitu, BPBD tetap bersiaga.
"Peringatan dari BMKG sudah ada. Tapi kita jangan juga terlalu khawatir karena akan mengakibatkan efek-efek yang negatif," ujar Faridzal.
Menurutnya, BPBD bersiaga lantaran pernah terjadi pohon tumbang di Alam Sutera beberapa waktu lalu. Karena itu pihaknya mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
"Teman-teman kaget semua karena di sini terang dan tidak hujan sama sekali, namun di sana hujan. Kita akhirnya turunkan tim untuk membersihkan pepohonan yang tumbang," jelas Faridzal.
Faridzal mengimbau pada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap peringatan bencana, tetapi jangan sampai ketakutan atau panik.
Cuaca panas ekstrem yang terjadi wilayah Kota Tangserang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya, mulai mengakibatkan kekeringan.
TODAY TAGPT PLN (Persero) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang terintegrasi dengan pengelolaan ruang laut.
Di tengah mobilitas tinggi dan tuntutan gaya hidup urban, terjadi pergeseran fungsi rumah bagi generasi muda.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews