Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com- Sejumlah warga di wilayah Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan kondisi air bersih yang semakin sulit diakses.
Pasalnya, saat ini debit air jet pump dari mesin pompa milik rumah warga kian mengecil akibat kemarau panjang.
Salah seorang warga Febri, 40, mengungkapkan, sudah sepekan aliran air di rumahnya semakin mengecil meski sudah menggunakan sumur bor dengan kedalaman 24 meter.
"Mesin pompa menyala terus berjam-jam bisa 4 jam, padahal biasanya buat toren penuh maksimal 45 menit saja sudah penuh," ujarnya seperti dikutip dari detik.com, Kamis, 14 September 2023.
Menurut Febri, kondisi kesulitan air ini pun dialami oleh warga lainnya. Bahkan, ada yang menambah kedalam sumur bor hingga mencapai 40 meter.
Febri berharap pengembang dapat menarik perusahaan daerah air minum untuk masuk ke wilayah mereka. Sebab, pihak warga tidak dapat mengusulkan.
"Kemarin info dari pengurus RT, harus dari pengembang yang mengusulkan, bukan dari warga, karena untuk masuk, ada investasi segala macam untuk pompa dan pipa-pipanya," katanya.
Sementara itu warga lainnya, Molly mengaku heran musim kemarau tahun ini berdampak terhadap aliran air di wilayahnya.
Padahal, sebelumnya pasokan relatif aman meski memasuki musim kemarau. Bahkan, tahun ini ia sampai harus meminta air kepada rumah tetangga di sebelahnya.
Sebelumnya, wilayah Pondok Cabe, Tangsel mengalami hujan terakhir kali pada 27 Agustus 2023, usai modifikasi cuaca dalam rangka pengurangan polusi udara.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews