Connect With Us

Jelang Ramadan, Polres Tangsel Terjunkan 150 Personel Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2025

Yanto | Senin, 10 Februari 2025 | 20:57

Polres Tangsel menerjunkan 150 personel dalam menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2025. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2025 selama 14 hari menjelang bulan suci Ramadan 1446 H.

Wakapolres Tangsel Kompol Rizkyadi Saputro mengatakan pihaknya mengerahkan sebanyak 150 personel gabungan dalam operasi Keselamatan Jaya yang berlangsung mulai 10 hingga 23 Februari 2025 mendatang.

"Operasi ini dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang bulan puasa," katanya, Senin 10 Februari 2025.

Menurutnya, Operasi Keselamatan Jaya 2025 ini pihaknya tidak langsung memberikan sanksi tilang bagi pelanggar. Namun mengedepankan tindakan edukatif, persuasif, dan humanis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.

Selain itu, operasi ini juga didukung oleh penegakan hukum secara elektronik, baik statis maupun mobile, serta teguran simpatik kepada para pengguna jalan.

“Dengan demikian, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat berkurang,” ujar Rizkyadi.

NASIONAL
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 21:48

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Juli hingga September 2026 tetap berlaku tanpa kenaikan.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill