Connect With Us

Raih Predikat Sekolah Adiwiyata Banten, SMPK PENABUR Bintaro Jaya Giatkan Peduli Lingkungan

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 21 April 2025 | 19:27

Siswa SMPK PENABUR Bintaro Jaya ditanamkan karakter peduli dan mencintai lingkungan yang menjadi standar Sekolah Adiwiyata. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dimulai pada tahun 2023, SMPK PENABUR Bintaro Jaya mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS)/Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sejak itu, pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel secara intensif terus dilakukan. 

Yunianto, Kelapa SMPK PENABUR Bintaro Jaya mengatakan Sekolah Adiwiyata sebenarnya memiliki tujuan menanamkan karakter peduli dan mencintai lingkungan di sekitar kita baik di rumah, sekolah, ataupun tempat lain.

"Jadi, yang dilakukan sekolah adalah selalu mengingatkan seluruh warga sekolah yaitu siswa, guru, dan karyawan melalui pengumuman pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dan setelah selesai kegiatan pembelajaran,” ujarnya.

 

Beragam Kegiatan Pendukung 

Yunianto menjelaskan untuk mewujudkan standar Sekolah Adiwiyata, banyak hal yang dilakukan oleh SMPK PENABUR Bintaro Jaya.  

Pihaknya selalu mengimbau siswa untuk menjaga kelas tetap bersih, membuang sampah, mengurangi sampah plastik, melakukan kegiatan bersama untuk kebersihan sekolah seperti mengumpulkan sampah.

Kemudian, mematikan keran air apabila tidak digunakan, merawat tanaman, mengadakan berbagai perlombaan yang berkaitan dengan kebersihan pada setiap class meeting.

"Juga mengkolaborasikan kegiatan Sekolah Adiwiyata pada kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)," katanya.

Disamping itu, sekolah juga menempelkan sign di dinding-dinding kelas maupun koridor sekolah terkait dengan efektifitas penggunaan air, listrik, dan kebersihan lingkungan, serta mengajak  seluruh siswa terlibat melakukan piket kebersihan dan kerapian kelas sesuai jadwal yang sudah disepakati. 

 

Keteladanan Guru 

Christian Mazzel Bastanta Perangin, siswa SMPK PENABUR Bintaro Jaya kelas 8 menambahkan guru menjelaskan di kelas mengenai pentingnya menjaga dan merawat lingkungan sekolah dalam berbagai kegiatan yang bertemakan lingkungan, seperti P5, ekstrakurikuler Pramuka, dan workshop.

"Guru juga memberikan bagaimana cara terlibat dalam menjaga dan merawat lingkungan seperti menggunakan botol minum dan tempat makan tidak sekali pakai, pembuatan eco enzyme, memanfaatkan barang-barang bekas untuk kebutuhan lain, dan melakukan penghijauan,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut dari nasehat yang diberikan guru di kelas maupun pengumuman melalui radio di kelas, Christian selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar, seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan air dan listrik secukupnya, dan terlibat dalam pembuatan ecobrick di proyek P5.  

“Saya mengumpulkan botol plastik sampah yang ada di rumah untuk membuat ecobrick. Dalam pembuatan proyek ini saya dibimbing oleh guru di sekolah,” ujar Christian. 

Ajakan untuk melestarikan lingkungan sekolah oleh guru di kelas juga menyimpan kesan tersendiri dalam benak Clarissa Theona, siswa SMPK PENABUR Bintaro Jaya kelas 8, yang membuatnya tergerak untuk terlibat aktif menjaga lingkungan. 

“Guru selalu mengingatkan kami di berbagai kesempatan, seperti pada saat kelas Biologi, Fisika, Bahasa Inggris, mereka mengajarkan bagaimana menanam dan merawat tanaman, mengolah tanah, penghijauan, membuat lobang biopori, memanfaatkan barang bekas hingga jadi produk yang berguna, dan mengajak kami membuat poster yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan,” ungkap Clarissa. 

Ia menuturkan OSIS di sekolah juga memfasilitasi siswa untuk memperhatikan lingkungan dengan mengadakan lomba kebersihan antar kelas.

“Di sekolah guru-guru juga menyediakan tempat khusus untuk sampah botol plastik.” sambungnya. 

Penanaman pelestarian lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh guru di sekolah maupun OSIS membuat Clarissa menjaga kebersihan lingkungan sekolah, seperti tidak merusak tanaman, menggunakan botol minum dan tempat makan yang tidak sekali pakai, memanfaatkan cahaya luar dengan membuka jendela kelas dalam menghemat listrik, dan berpartisipasi dalam pada P5 serta Pramuka.  

 

Buah Manis Kerja Sama Warga Sekolah 

Sukses bekerja sama antar warga sekolah dalam kurun waktu yang panjang SMPK PENABUR Bintaro Jaya dinyatakan lolos Sekolah Adiwiyata tingkat kota Tangerang Selatan pada April 2023 dan berhak melaju ke tingkat provinsi. 

Kemenangan tidak sampai disitu, konsisten melakukan pelestarian lingkungan selama dua tahun. SMPK PENABUR Bintaro Jaya berhasil mendapatkan predikat Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi yang diumumkan pada April 2024, setelah sebelumnya mendapatkan pembinaan kembali pada bulan Januari hingga Maret. 

“Harapan dari prestasi yang diraih kepada warga sekolah, terutama siswa adalah terbentuknya karakter peduli lingkungan yang menjadi tujuan utama dari Sekolah Adiwiyata. Ini juga sejalan dengan visi dan misi sekolah yaitu peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya dengan menerapkan sikap peduli lingkungan lewat kolaborasi berbagai kegiatan P5,” tutur Yunianto.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

TANGSEL
Pilar Tegur Camat Pondok Aren yang Pergi ke Bandung saat Agenda Rapat Darurat Sampah Tangsel

Pilar Tegur Camat Pondok Aren yang Pergi ke Bandung saat Agenda Rapat Darurat Sampah Tangsel

Jumat, 16 Januari 2026 | 12:14

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menegur Camat Pondok Aren Hendra yang tidak hadir dalam rapat koordinasi penanganan sampah di tengah kondisi darurat sampah yang sedang dihadapi Tangsel.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill