Connect With Us

Raperda BUMD Tangsel Kontroversi

| Kamis, 2 Agustus 2012 | 19:17


Reporter : Bambang Soesatyo
 
TANGERANG-Pemkot Tangsel menyerahkan 4 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), kemarin. Salah satu raperda yang diusulkan adalah tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Raperda ini diusulkan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih maksimal.
 
"Justru, raperda BUMD ini kita usulkan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Karena, pelayanannya akan dilakukan dengan lebih fokus," kata Oting Ruhiyat, Kepala Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Kota Tangsel, usai menghadiri rapat paripurna pandangan umum fraksi DPRD Kota Tangsel terkait empat raperda itu, Kamis (2/8).
 
Pernyataan Oting itu disampaikan terkait pandangan umum yang disampaikan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam pandangan umum Fraksi PKS yang dibacakan Andy Cut Muthia. Menurutnya, rencana BUMD holding company dalam raperda itu memiliki permasalahan yang substantif.
 
"Yakni, mengenai dilema yang akan dimiliki oleh BUMD holding company ini. Pada satu sisi, berorientasi pada profit, karena berbentuk PT, namun juga tidak mungkin meninggalkan pelayanan publik," terang Andy.
 
Oleh karena itu, lanjut Andy, PKS meminta kepada Pemkot Tangsel untuk menguraikan mekanisme yang disiapkan dalam konteks menjembatani dilema itu. Dalam hal ini, skema yang disiapkan agar antara profit dan pelayanan tidak saling bertentangan. Yakni, profit didapatkan tanpa mengabaikan pelayanannya.
 
"Kami memandang, jika kemudian dilema tersebut gagal ditangani, maka BUMD ini akan terjebak menjadi perusahaan yang semata mengejar profit. Sementara, sisi pelayanan terabaikan. Atau sebaliknya, BUMD terbebani oleh sisi pelayanan saja tanpa mampu menghasilkan profit," terang Andy.
 
Mengenai pemaparan itu, Oting menjelaskan bahwa, seperti dikatakannya di awal, rencana dalam membuat regulasi itu untuk memberikan keleluasaan kepada tangan lain dari pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 
"Misalnya masalah PDAM, tujuan kami pelayanan dilakukan oleh perusahaan akan lebih fokus. Selain fokus pada pendapatan untuk daerah, juga fokus dalam pelayanan untuk masyarakat," katanya.
 
Kemudian juga masalah pasar, lanjut Oting, dengan menyerahkan pengurusan pasar itu ke BUMD maka diyakini bisa lebih terarah lagi. Baik dari sisi pelayanan maupun pendapatan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill