Connect With Us

Mobil Wartawan Dibobol di RS Sari Asih Ciputat

| Jumat, 5 Oktober 2012 | 19:11

ilustrasi. (tangerangnews / ist)

 
TANGERANG-Aksi kejahatan pencurian dengan bobol kaca mobil kembali terjadi. Peristiwa ini menimpa salah satu wartawan media televisi nasional dan terjadi di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Kamis (4/10) petang lalu. Dompet berisi kartu kredit, paspor dan leptop pun  raib.
 
Adalah Ecep Suwardani Yasa (38) reporter TV One yang menjadi korban.Korban pun kemudian memacu Toyota Rush B 82 ECP miliknya ke RS Sari Asih. Sesampainya di parkiran, dia pun menuju layanan pengobatan.
 
Namun, setengah jam kemudian, korban pun sadar ada yang tertinggal di mobilnya. Dengan tergesa ia menuju ke parkiran. Naas, setibanya di mobil, korban sudah mendapati kaca mobil bagian belakangnya sudah pecah berantakan. “Begitu sampai di mobil, saya kaget kaca belakang sudah pecah,” jelas korban.
 
Ecep pun langsung memeriksa isi mobilnya, begitu dicek secara seksama, dia mendapati dompet berisi kartu kredit, KTP, ATM dan paspornya telah raib dari tempatnya. Kemudian, untuk mengusut kasus tersebut, korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Ciputat. “Laptop saya juga lenyap,” keluhnya.
 
Kapolsek Ciputat Kompol Alip membenarkan adanya kejadian itu. Saat ini, polisi tengah mengusut laporan atas kejadian itu dengan memeriksa sejumlah saksi. “Kasus ini masih kami tangani dan masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolsek.
 
Manajemen Sari Asih Ciputat menyatakan, kasus tersebut juga sudah ditangani langsung manajemen. Bahkan, atas kejadian itu, manajemen Sari Asih Ciputat langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.
 

OPINI
Ironi BPJS PBI: Melayani Setengah Hati

Ironi BPJS PBI: Melayani Setengah Hati

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:49

Bayangkan! Kita sedang menunggu antrian panjang untuk berobat, tetapi begitu sampai di meja pendaftaran, petugas pendaftaran mengatakan bahwa kartu BPJS PBI kita sudah tidak aktif, sehingga tidak bisa digunakan lagi.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill