Connect With Us

Asyik! Gedung Kedua RSUD Tangsel Selesai Juni

| Minggu, 27 Januari 2013 | 22:13

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Dadang M Epid. (tangerangnews / dira)

TANGSEL-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel memastikan proyek pengerjaan gedung dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangsel sudah mendekati tahap final.
 
Bahkan, Kepala Dinkes Kota Tangsel Dadang M Epid memastikan, gedung kedua itu bakal bisa dipakai pada pertengahan tahun ini.
 
     Menurut Dadang, kalau kontrak sudah selesai, gedung kedua sudah bisa digunakan. “Secara umum sudah beres. Tapi, penggunaannya akan dilakukan setelah kontrak beres, Juni nanti,” kata Dadang, Jumat (25/1).
 
     Saat ini, kata Dadang, pengerjaan gedung RSUD Kota Tangsel tinggal bagian landscape. Diantaranya, penyelesaian taman, lokasi parkir, kamar mayat, serta tempat atau rumah untuk tenaga kesehatan.
 
“Kalau itu sudah selesai, tentuanya tampilannya akan lebih bagus dan lebih tertata,” ujarnya.
 
     Dadang mengatakan, setelah gedung kedua bisa digunakan, pelayanan kesehatan di Kota Tangsel diharapkan semakin maksimal. Karena, sarana kesehatannya sudah semakin lengkap. “Kalau sudah beroperasi semua, tempat tidurnya ada 250. Tentu, lebih banyak pasien yang bisa dilayani,” imbuhnya.
 
     Selain bertambahnya jumlah tempat tidur, seiring penyelesaian gedung, Dinkes juga tengah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi jabatan dan tugas yang kosong. Karena, semakin banyak kamar akan semakin banyak tenaga yang dibutuhkan. “Untuk dokter umum saja, satu ruang minimal ada satu dokter umum sebagai penjaga. Sementara, dokter spesialisnya, akan disesuaikan dengan spesialisasi pelayanan yang kita buka,” jelas Dadang.
 
     Untuk saat ini, jumlah dokter umum lebih kurang terdapat 15 orang. Jumlah itu, tentunya akan ditambah lagi seiring dengan kebutuhan pelayanan. Terlebih, RSUD Kota Tangsel itu, kata Dadang, diupayakan untuk menjadi rumah sakit unggulan di Kota Tangsel dan Banten.
 
“Untuk kelasnya, saat ini RSUD kita kelas C. Tapi, terus kita upayakan untuk naik akreditasinya menjadi kelas B,” paparnya.(PUL)

KAB. TANGERANG
Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:12

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) berencana memberikan bantuan berupa Elektrokardiogram (EKG), sebuah alat yang merekam aktivitas jantung guna mendeteksi gangguan kardiovaskular.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill