Connect With Us

PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan Induk BUMD di Tangsel

| Senin, 28 Januari 2013 | 20:13

Rano Karno-Benyamin Davnie (tangerangnews / dira)

 
 

 
TANGSEL-Keseriusan Pemerintah Kota Tangsel untuk pembentukan perusahaan daerah telah diwujudkan dengan diserahkannya Raperda tentang penyertaan modal BUMD.
 
Menurut Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie atau biasa dipanggil Bang Ben Raperdanya sudah diserahkan ke DPRD Tangsel.

“Bahkan sudah dalam pembahasan. Saat ini sudah dibahas sampai menentukan perusahaan yang menjadi induk BUMD, nama perusahaan induk BUMD di Kota Tangsel yakni PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS),” ujarnya, sesuai menyerahkan empat raperda, Senin (28/01).
 
Perusahaan itu, akan menjadi bakal calon induk perusahaan-perusahaan lain yang dimiliki Pemkot Tangsel. “Setelah ini terbentuk, nanti ada anak-anak perusahaan yang memiliki pekerjaan teknis,” tambahnya.
      Perusahaan daerah ini, lanjut Bang Ben, perusahaan ini baru sebatas nama. Untuk Sumber Daya Manusia (SDM) seperti direksi, pengawas dan tenaga lainnya masih dalam pembahasan. “Untuk penetuan direksi akan dilakukan fit and profertest. Kalau pengawas, akan ditentukan oleh wali kota Tangsel,” paparnya.
 
      Keberadaan perusahaan dareah ini, sambungnya lagi sangat dibutuhkan untuk menggeser kegiatan-kegiatan pemerintah yang bersipat privasi ke perusahaan daerah.
 
Misalnya, masalah perawatan aset bergerak milik pemerintah yang selama ini dilakukan oleh pihak ketiga, bisa diserahkan ke perusahaan daerah. “Tidak mustahil, ke depan pengangkutan sampah akan dilakukan oleh BUMD,” katanya.
 
      Terpisah, Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Kota Tangsel Rizki Jonis menambahkan, modal awal BUMD yang diusulkan Pemkot Tangsel dalam Raperda Penyertaan Modal BUMD Rp88 miliar. Finalisasinya, kata Rizki, nilai tersebut bisa bertambah atau berkurang.
 
“Ini baru konsep yang ada di Raperda. Modal sebesar itu memang cukup. Tapi, menurut saya pribadi, paling tidak untuk perusahaan induk itu dibutuhkan modal Rp100 miliar,” jelasnya.
 
      Angka Rp100 miliar, sambungnya, tidak juga akan membebani pemerintah sepenuhnya. Sebab, dalam penyertaan modal, tidak hanya melibatkan pemerintah. Tetapi, sebagai perusahaan ada umumnya modal bisa disertakan oleh pihak lain. “Awalanya, Pemkot mencantumkan saham milik Pemkot sebesar 99 persen. Satu persen itu berasal dari investor. Tapi kemudian kami minta dikosongkan, nilai saham dari luar nilainya bisa lebih besar,” katanya.
     
Sebab, sambung Rizki, jika saham luar ditetapkan 1 persen bisa jadi akan menutup peluang investor untuk menanam modal di perusahaan Kota Tangsel. Maka dari itu, katanya, besaran nilai saham pihak luar itu akan ditentukan dalam pembahasan panitia khusus (pansus) penyertaan modal nanti.
 
“Idealnya, komposisi saham dari luar itu sebesar 10-20 persen. Sisanya, modal dari pemerintah Tangsel,” ujarnya. (FUL)
 
TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill