Connect With Us

Nekat Tuntut Google, Pasutri Ini Dapat Ganti Rugi Rp40 Triliun

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 12 November 2024 | 10:34

Ilustrasi Google (telset/google / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com- Pasangan suami istri, Shivaun Raff dan Adam berani menggugat raksasa teknologi Google. Setelah berjuang beberapa tahun, mereka akhirnya mendapatkan ganti rugi senilai Rp40 triliun.

Kronologi bermula lada Juni 2006, Shivaun dan Adam, pasangan suami istri bisnis dengan meluncurkan Foundem. Sebagai situs perbandingan harga, Foundem bertujuan membantu konsumen menemukan produk terbaik dengan harga terjangkau. 

Namun, tak disangka, peluncuran ini malah membawa keduanya ke dalam masalah besar.

Hanya dalam hitungan bulan, situs Foundem terkena penalti dari Google. 

Algoritma pencarian Google secara otomatis menandai Foundem sebagai spam, menyebabkan situs ini terperosok ke halaman bawah hasil pencarian untuk kata kunci seperti "perbandingan harga" dan "perbandingan belanja." 

Akibatnya, Foundem kehilangan potensi pendapatan yang sangat signifikan karena situs mereka sulit ditemukan oleh pengguna internet.

"Kami sempat panik melihat situs kami tiba-tiba menghilang dari peringkat atas," kata Adam dikutip dari BBC, Selasa, 12 November 2024. 

Awalnya, Adam mengira hal ini adalah kesalahan teknis biasa dan bukan tindakan yang disengaja dari Google.

Selama lebih dari dua tahun, Shivaun dan Adam berusaha berulang kali meminta Google untuk mencabut penalti tersebut. Sayangnya, tidak ada respons dari pihak Google.

Foundem tetap di posisi bawah dalam pencarian, sementara kompetitornya justru tampil di posisi teratas. Keadaan ini membuat Shivaun dan Adam merasa dijegal, terutama ketika situs mereka berfungsi normal di mesin pencarian lainnya.

Ketika menyadari bahwa mereka tidak sendirian, rupanya ada banyak situs lain seperti Kelkoo, Trivago, dan Yelp yang juga dirugikan oleh praktik monopoli Google. 

Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum. Pada tahun 2010, pasangan ini berhasil meyakinkan Komisi Eropa untuk membuka investigasi terkait praktik anti-persaingan Google.

Butuh waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya Komisi Eropa pada Juni 2017 menyatakan Google bersalah karena menyalahgunakan dominasinya di pasar. 

Google didenda sebesar €2,4 miliar atau setara dengan Rp40 triliun. Namun, Google tidak tinggal diam. 

Perusahaan tersebut menghabiskan tujuh tahun untuk mengajukan banding. Hingga pada September 2024, Pengadilan Eropa menolak upaya banding tersebut, menguatkan putusan Komisi Eropa. 

Dalam wawancara setelah kemenangan, Shivaun dan Adam mengungkapkan betapa sulitnya perjalanan yang mereka tempuh. 

"Kami tidak suka dirundung, dan kami ingin menunjukkan bahwa bahkan raksasa seperti Google harus bertanggung jawab atas tindakannya," ujar Shivaun.

Adam menambahkan, "Andai kami tahu kasus ini akan memakan waktu 15 tahun, mungkin kami akan berpikir dua kali. Tapi kami merasa ini adalah tanggung jawab moral, bukan hanya untuk kami tapi untuk semua yang dirugikan."

Kendati demikian, pasangan ini percaya bahwa perjuangan mereka belum selesai. Mereka tetap yakin Google masih melakukan praktik-praktik yang merugikan pesaing. 

Terbukti, pada awal 2024, Komisi Eropa kembali menyelidiki Google di bawah Undang-Undang Pasar Digital yang baru.

Meski berhasil memenangkan gugatan ini, perjuangan panjang mereka menguras tenaga dan finansial. Foundem sendiri terpaksa ditutup pada 2016 karena tidak mampu bersaing di tengah tekanan besar dari Google. 

"Jika kami bisa mengulang waktu, mungkin kami tidak akan memilih jalan ini. Tapi pada akhirnya, kami merasa telah melakukan hal yang benar," tutup Adam.

Lebih lanjut, pasangan ini juga tengah mempersiapkan gugatan ganti rugi perdata yang akan dimulai pada 2026. Mereka berharap, kemenangan ini menjadi peringatan bagi perusahaan besar untuk tidak seenaknya memanfaatkan dominasinya di pasar.

PROPERTI
Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:31

PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

SPORT
Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:59

Perhelatan akbar yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemeritah Kota (Pemkot) Tangerang ini menghadirkan program The Frontliner hingga jumlah kuota peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya,

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

KOTA TANGERANG
750 Tramadol dan 1.035 Hexymer Disita Polisi di Neglasari Tangerang

750 Tramadol dan 1.035 Hexymer Disita Polisi di Neglasari Tangerang

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:54

Pengedar obat keras ilegal di wilayah Kota Tangerang, kembali dibekuk. Kali ini seorang pria berinisial AF, 26, ditangkap bersama ribuan butir obat jenis Tramadol dan Hexymer di area parkiran Wisma Griya Anggrek,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill