Connect With Us

Menang 57,52%, Ini Sosok Andra Soni Si Kuda Hitam yang Taklukkan Airin di Pilgub Banten 2024 

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 28 November 2024 | 06:59

Calon Gubernur Banten nomor urut 2 Andra Soni saat mencoblos di TPS 29, Perumahan Pondok Lakah Permai, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Rabu 27 November 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Hasil Pilgub Banten 2024 cukup mengejutkan. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 02, Andra Soni-Dimyati Natakusumah, berhasil unggul atas pasangan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi. 

Berdasarkan hasil hitung cepat yang dirilis oleh Charta Politika, Andra Soni-Dimyati memperoleh 57,52 persen suara dari total 100 persen suara yang masuk hingga Kamis pagi, 28 November 2024. Sementara itu, Airin-Ade yang sebelumnya digadang-gadang memiliki basis suara kuat hanya mampu meraih 42,48 persen suara.  

Hasil ini membuat Andra-Dimyati sebagai "kuda hitam" yang berhasil mengalahkan kandidat unggulan. Meski hasil hitung cepat bukan merupakan hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), tren yang ditunjukkan biasanya tidak jauh berbeda dengan penghitungan manual. 

Andra Soni-Dimyati diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai NasDem, PKB, PSI, PAN, PPP, PKS, dan Partai Demokrat. 

Sementara Airin-Ade didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Buruh, Partai Gelora, Partai Ummat, dan PKN. 

Dukungan langsung dari Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, disebut-sebut turut memperkuat posisi Andra-Dimyati dalam kontestasi ini.  

Profil Andra Soni

Andra Soni sendiri merupakan figur yang dikenal karena perjalanan hidupnya yang berat. Ia lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1976, dari keluarga sederhana. 

Orang tuanya bekerja sebagai petani, tetapi keterbatasan penghasilan memaksa keluarga ini merantau ke Malaysia sebagai buruh sawit ilegal. 

Di Malaysia, meskipun hidup dalam keterbatasan, Andra tetap berupaya mendapatkan pendidikan hingga tingkat dasar. Namun, ia harus kembali ke Indonesia karena terkendala dokumen. 

Di Indonesia, ia tinggal bersama kakaknya di Ciledug, Kota Tangerang, sambil menyelesaikan pendidikan hingga SMA. Masa sekolahnya penuh perjuangan, sering kali harus berjalan kaki jauh atau kehabisan ongkos untuk pulang. Beruntung, keluarga kenalan yang menampungnya membantu Andra menyelesaikan pendidikannya.  

Setelah lulus SMA, Andra memulai kariernya sebagai buruh dan kurir sebelum akhirnya menjadi seorang salesman. 

 Setelah lulus SMA, Andra memulai kariernya di Jakarta. Pada 1995, ia bekerja di PT Pura Kentjana sebagai buruh. Setahun kemudian, ia bergabung dengan PT Traspatindo Abadi Sejahtera sebagai kurir. Di perusahaan yang sama, kariernya perlahan naik menjadi salesman pada 1998, kepala cabang pada 2000, dan akhirnya marketing manager hingga 2002.

Setelah meninggalkan PT Traspatindo, Andra bergabung dengan PT Air Supremasi Indonesia sebagai manajer pada 2002 hingga 2004. Namun, keinginannya untuk mandiri membuatnya memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri. Pada 2004, ia mendirikan PT Antaran Sukses Expres, yakni sebuah perusahaan ekspedisi.

Andra Soni kemudian perlahan menabung untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ia berhasil menyelesaikan program D3 di STIE Bhakti Pembangunan Jakarta, hingga akhirnya S1 di STIE Banten.

Kesuksesannya di dunia usaha menjadi pijakan bagi Andra untuk terjun ke dunia politik. Pada Pemilu 2014, Andra terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Banten melalui Partai Gerindra. Karier politiknya semakin cemerlang saat ia kembali terpilih pada Pemilu 2019 dan menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Banten. 

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

KOTA TANGERANG
Kebakaran di Jatiuwung Hanguskan 9 Gudang, 1 Personel Damkar Dilarikan ke UGD Gegara Sesak Nafas

Kebakaran di Jatiuwung Hanguskan 9 Gudang, 1 Personel Damkar Dilarikan ke UGD Gegara Sesak Nafas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:40

Insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan industri di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang menghanguskan sekitar sembilan gudang, pada Selasa 20 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill