Connect With Us

Bertemu Andra Soni, Ratusan Pegawai Outsourching Tangsel Curhat Kurang Diperhatikan Pemda

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 15 November 2024 | 12:58

Cagub Banten Andra Soni saat bertemu Paguyuban Pegawai Outsourching Tangsel, Kamis 14 November 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 250 orang yang tergabung dalam Paguyuban Pegawai Outsourching Tangerang Selatan (Tangsel) menyampaikan aspirasi kepada Calon Gubernur (Cagub) Banten nomor urut 2, Andra Soni terkait keluh kesah mereka sebagai buruh lepas.

Para pegawai lepas tersebut terdiri dari para penyapu jalan, satpam, juru parkir dan banyak profesi lainnya ini.

Ketua Paguyuban Pegawai Outsourching Tangsel Hadi Setiadi menyatakan selama ini para pegawai outsourching Tangsel yang jumlahnya ribuan orang, kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah (pemda).

Padahal, setiap hari mereka melayani seperti membersihkan jalan, memotong pohon serta menjaga keamanan lingkungan.

"Selain upah yang minim, anak-anak kami juga kesulitan mendapatkan sekolah karena sistem zonasi," kata Hadi, Kamis 14 November 2024.

Para buruh lepas ini berharap jika pasangan calon gubernur ini mendapat amanah memenangkan Pilkada Banten 2024, dan membantu memperjuangkan nasib mereka. 

Menanggapi keluh kesah para pegawai lepas tersebut, Andra Soni menyatakan siap menampung aspirasi mereka.

"Ketika kawan-kawan pegawai lepas menyampaikan aspirasi soal nasib mereka dan anak-anak mereka yang tidak dapat bersekolah, saya mengerti karena saya pernah merasakan menjadi anak seorang buruh harian lepas," tutur Andra Soni.

Karena itu, dirinya dan pasangannya Dimyati Natakusumah memikirkan bagaimana anak-anak bisa bersekolah gratis. 

"Banyak yang bilang sekolah gratis sudah ada. Memang, tapi buat mereka yang sekolah di negeri. Maka cita-cita saya ingin menggratiskan sekolah baik di negeri maupun sekolah swasta," ujar mantan Ketua DPRD Banten ini.

Sementara untuk kesejahteraan para pegawai lepas, Andra berjanji dirinya akan mencoba membuat program bedah rumah yang hingga saat ini sudah berhasil membedah 100 rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

"Program bedah rumah pasti akan kami lanjutkan terus untuk mensejahterakan masyarakat," tutur politisi Gerindra ini.

Sebagaimana diketahui, sebagai calon Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni -Dimyati memiliki beberapa program kerja unggulan seperti program sekolah gratis dan pembangunan sarana pendidikan yang merata di seluruh Provinsi Banten.

Selain itu, program kesehatan, pengentasan stunting dan memberikan layanan rumah sakit di Banten tanpa diskriminasi.

Lalu juga ada sejumlah program kesejahteraan masyarakat seperti Bangun Jalan Sejahtera, Desa Tangguh dengan bantuan keuangan lebih besar dan tentu saja bedah rumah tak layak huni.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

BANDARA
Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Rabu, 2 September 2026 | 13:41

Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara berdampak pada operasional penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) - Bandara Internasional Kualanamu, maupun sebaliknya, Rabu 2 September 2026.

TEKNO
Garuda Spark Innovation Hub di BSD City Siap Hubungkan Inovasi Lokal ke Pasar Global

Garuda Spark Innovation Hub di BSD City Siap Hubungkan Inovasi Lokal ke Pasar Global

Senin, 31 Agustus 2026 | 13:02

Guna mengoptimalkan potensi ekonomi digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Sinar Mas Land resmi menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill