Connect With Us

Berakhir Pekan di Kota Tua Banten Lama

Denny Bagus Irawan | Sabtu, 26 Maret 2016 | 13:01

Istana Kaibon di Kota Tua Banten Lama (TangerangNews.com / Raden Bagus Irawan)

TANGERANG – Tak hanya punya Pantai Anyer dan Pantai Carita saja, Banten juga masih menyimpan potensi wisata lainnya.

Kota tua di Banten Lama ini bisa jadi pilihan bagi Anda warga Jakarta, Tangerang dan sekitarnya yang ingin menghabiskan akhir pekan.

Ditempuh kurang lebih 2 jam dari Jakarta, Banten Lama dapat diakses dari pintu keluar tol Serang Timur. Tak jauh, hanya 11 km dari sana Anda akan berjumpa dengan kota tua ini.

Di sana, Anda bisa melihat sejumlah peninggalan kejayaan Kesultanan Banten. Beberapa di antaranya selalu ramai dikunjungi wisatawan yang hendak berziarah atau sekadar pelesiran.

Sebut saja, ada Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Benteng Spellwijk, dan Istana Kaibon.

Salah satu yang unik dan menarik untuk dikunjungi di Banten Lama adalah Istana Kaibon.

Istana Kaibon kini merupakan cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah. Istana ini terletak di Kampung Kroya, Keluruhan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen.

Terhampar seluas 4 hektar, namun sekarang istana ini hanya bersisa reruntuhannya saja. Konon pada 1832, Belanda menghancurkan bangunan ini karena Sultan Syaifudin menolak permintaan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Raya Anyer—Panarukan.

Istana Kaibon merupakan bangunan yang dibangun untuk Ratu Aisyah. Ia adalah Ibunda Sultan Maulana Rafiudin yang merupakan Sultan Banten ke-21.

Jika Anda berkunjung ke sini, Anda dapat melihat reruntuhan bangunan yang terdiri dari batu bata merah.

Bangunan lain yang tersisa adalah gerbang setinggi 2 meter yang masih utuh di bagian depan istana.

Gerbang itu dikenal juga sebagai gerbang bersayap karena menghubungkan pintu masuk dengan ruangan utama Istana Kaibon.

Di depan gerbang, terdapat sebuah kanal yang di sisinya ditumbuhi pohon besar. Pohon tersebut memiliki akar besar yang kerap digunakan anak warga sekitar bermain.

Bagian dalam istana yang luas juga sering dimanfaatkan warga sekitar untuk berolahraga.

Istana ini sangat cocok dikunjungi saat sore hari saat cuaca sudah teduh. Anda bisa menikmati bersantai, sambil tetap menjaga kelestarian cagar budaya di Banten ini.

Baca selengkapnya : Berakhir Pekan di Kota Tua Banten Lama

BANTEN
20 Ribu Sarjana di Tangerang Raya Nganggur, Terbanyak di Kota Tangerang

20 Ribu Sarjana di Tangerang Raya Nganggur, Terbanyak di Kota Tangerang

Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:41

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak ada 20.878 pengangguran dengan tingkat pendidikan Sarjana di wilayah Tangerang Raya yang mencakup Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

WISATA
7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:36

Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill