Connect With Us

Hidden Gem, Ada Kafe Alam Terbuka di Panongan Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 24 Oktober 2023 | 17:32

Kafe Jejak Kaki di Jalan Tarisi, Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Menyantap hidangan nikmat sambil menikmati suasana keindahan yang nyaman merupakan dambaan setiap orang.

Hal itulah yang ditawarkan oleh kafe Jejak Kaki di Jalan Tarisi, Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Berbeda dengan kafe umumnya, tempat hidden gem satu ini menawarkan konsep unik yang memadukan elegannya kafe kekinian dengan keindahan alam terbuka tradisional.

Sebagian besar ornamen di kafe Jejak Kaki terbuat dari kayu dengan hiasan lampu-lampu kecil yang cantik sehingga menambah kesan kenyamanan.

Panorama keindahan alam hijau akan terlihat sepanjang mata memandang, pengunjung juga diperbolehkan untuk berswafoto ria.

Adapun menu makanan di kafe Jejak Kaki sangat beragam, mulai dari Rp15 ribu hingga paling mahal Rp43 ribu.

Menu-menu makanannya ialah Nasi Ikan Lele Fillet Goreng, Nasi Bakar Liwet Ayam, Nasi Udang Kari Katsu Jepang, Cemilan Ayam Popcorn, Bola-bola Korea, dan masih banyak lagi.

Kafe Jejak Kaki Panongan Tangerang dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga 22.00 WIB.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

TANGSEL
Sudah Beraksi di 20 Toko di Tangsel, Wanita Muda Penjual Emas Palsu Ditangkap

Sudah Beraksi di 20 Toko di Tangsel, Wanita Muda Penjual Emas Palsu Ditangkap

Jumat, 3 Juli 2026 | 12:16

Seorang wanita berinisial HCTW, 20, ditangkap polisi setelah diduga mencoba menjual emas palsu di sebuah toko emas di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill