Tetap dapat Status Hukum, Ada 6.000 Anak TKI Diluar Nikah
Minggu, 10 November 2013 | 22:49
Dikatakannya, ada sekitar 6.000 anak yang sedang diproses untuk mendapatkan status hukum.
Dikatakannya, ada sekitar 6.000 anak yang sedang diproses untuk mendapatkan status hukum.
Para TKI ini tidak pulang sendirian, mereka membawa anak-anak dari hasil pernikahan siri atau kaasus pemerkosaan yang dilakukan oleh sang majikan maupun orang lain di Arab Saudi.
RECOMENDEDMereka memprotes diberlakukannya Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) No 16/2012 tentang tata cara kepulangan TKI dari Negara penempatan secara mandiri ke daerah asal.
TANGERANG-Dua pegawai salon di Pasar Baru, Jakarta Pusat, berinisial DHS, 39, dan CI, 34, dijadikan kurir sabu
TANGERANGNEWS.com-Ratusan warga Jayanti menggeruduk PT Mayora, Rabu (30/10). Ratusan warga dari kedua desa yang terdiri dari Desa Gembong dan Desa Sumur Bandung mendesak agar bisa dipekerjakan di Pabrik
“Dia itu staff PT Gapura Angkasa, perusahaan patungan Angkasa Pura II dan Garuda Indonesia. Bukan karyawan kami,” katanya, Selasa (29/10).
DPRD Kota Tangerang tengah membahas Raperda Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Benda. Untuk memuluskan rencana tersebut, DPRD melakukan pertemuan dengan PT Angkasa Pura II di gedung DPRD Kota Tangerang, Senin (28/10).
“Sudah tiba di tanah air sebanyak 43 kloter terdiri atas 17.734 orang.
Dua warga Negara Indonesia asl Surabaya yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia diringkus petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, karena menyelundupkan sabu dengan total nilai Rp10 miliar.
Pencekalan yang dilakukan KPK terhadap Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah karena dugaan kasus suap Pilakada Lebak yang melibatkan adiknya TB Chaeri Wardhana, membuat rencana ibadah haji Atut pada tahun ini terancam gagal.
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta bersama Bareskrim Mabes Polri mengungkap upaya penyelundupan narkotika jenis kokain dari Columbia sebanyak 774 gram , dengan Rp 3,8 miliar.
"Ternyata terdapat sabu seberat 3.272 gram yang disembunyikan dalam dinding karton pembungkus barang tersebut. Nilai estimasi barang sebesar Rp 4 miliar," tukas Purwidi.
"KTP-nya kita minta, dan langsung diserahkan ke kelurahan tempat dia tinggal. Biar pak lurahnya tau ada prilaku warganya yang ilegal dan melanggaran aturan," tegas Bram.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini tak mau ambil resiko soal listrik yang sering padam. Pengelolanya, yakni PT Angkasa Pura II mengantisipasinya dengan mengganti peralatan yang meski terlihat masih bagus.
PT Angkasa Pura II pada Desember 2013 akan melakukan penutupan pintu M1 atau pintu belakang melalui Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang).
AP II sudah memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk para pelaku usaha di Bandara termasuk para Maskapai, mulai dari pesawat, kendaraan pengangkut penumpang atau bus bahkan seluruh peralatannya