Connect With Us

Sempat Terhenti Karena Longsor, KA Bandara Diuji Coba Kembali

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 8 Februari 2018 | 19:00

Uji coba Kereta Bandara di Underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta yang longsor. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com - Setelah tiga hari Kereta Bandara Soekarno Hatta tidak beroperasi karena adanya insiden longsor di Jalan Perimeter Selatan, yang berada persis di samping rel tersebut, kini Kamis (8/2/2018), pengoperasiannya diuji coba.

Humas PT Raillink, Diah selaku operator KA Bandara saat ini pihaknya masih menunggu terkait laporan di lapangan soal kejadian longsor tersebut.

"Kami masih menunggu, hari ini Kereta Bandara mulai dilakukan uji coba kembali," ujarnya, Kamis (8/2/2018).

Uji coba digelar di dekat posisi tempat kejadian perkara. Pasalnya bencana lonsor yang telah merenggut korban jiwa ini berada persis di bawah terowongan jalur KA Bandara.

"Proses uji cobanya di sekitar lokasi longsor. Bolak balik keretanya jalan lewat situ," ucapnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan jalur yang dilewati demi keamanan para penumpang. Terlebih dalam sehari saja ada 1.600 penumpang yang memakai jasa transportasi ini.

"Setelah diuji coba kami lakukan analisa, lalu dievaluasi. Belum bisa diketahui pasti kapan Kereta Bandara bisa beroperasi lagi," paparnya.(RAZ/HRU)

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill