Connect With Us

Tangerang Raya PSBB, Begini Layanan & Operasional di Bandara Soetta

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 18 April 2020 | 17:15

Suasana di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah diberlakukan di wilayah Tangerang Raya (Kabupaten dan Kota Tangerang serta Tangerang Selatan) mulai hari ini Sabtu (18/4/2020) sampai dua pekan mendatang.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang pun masih beroperasi normal tetapi berstatus minimum operasi sejak ditetapkan awal April 2020. 

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya optimistis Bandara Soetta dapat mempercepat penerapan penuh PSBB di Tangerang Raya.

“Kami menerapkan pembatasan sosial di bandara tersebut sehingga terintegrasi dengan penerapan PSBB di DKI Jakarta dan Tangerang Raya,” ujar Awaluddin, Sabtu (18/4/2020). 

Kebijakan minimum operasi diklaim PT Angkasa Pura II untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Berikut informasi terkait operasional dan pelayanan di Bandara Soetta:

Bandara Soetta

- Maskapai yang beroperasi berdasarkan data per 16 April 2020: 

Suasana di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Batik Air, Citilink Indonesia, Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Nam Air, My Indo Airlines, Qatar Airways, K-Mile Air, China Airlines, EVA Air, Air China, Cathay Pacific Airways, Emirates, Federal Express, Trigana Air, Japan Airlines, All Nippon Airways, Asiana Airlines, Singapore Airlines, Vietnam Airlines, Airfast Indonesia, Lanmei Airlines.

- Terminal yang beroperasi: Terminal 1A, Terminal 2D, Terminal 2E dan seluruh Terminal 3. 

- Transportasi Publik yang beroperasi: 

Bus: Damri, Primajasa, Hiba, Sinar Jaya dan Big Bird.

Travel: Citi Trans, Jackal Holidays, X Trans, Lintas Shuttle, Primajasa Red White Star, SInar Shuttle, Damri Taksi reguler: Blue Bird, Gamya, Express, Diamond, Borobudur, Primajasa, Greenline, Taksi Eksekutif: Silver Bird, Tiara Express Rental mobil & online: Golden Bird, Ligat Utama Indonesia, Inkopau, Inkoppol, Inkopal, Mandar Indonesia, Gojek, Abhinaya, Diva Service, Grab.

- Kereta Bandara Soetta: Railink tidak mengoperasikan sementara waktu kereta bandara sejak 12 April 2020.

Selain itu, mulai 15 April 2020 operasional Skytrain yang menghubungkan Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3 dihentikan sementara. 

Sedangkan Transit Oriented Development (TOD) M1 Soetta juga ditutup sementara mulai 18 April 2020 pukul 00.00 WIB guna mendukung PSBB Tangerang Raya. Penutupan diberlakukan selama PSBB Tangerang Raya diterapkan.

Sejalan dengan penutupan TOD M1, pengendara sepeda motor dan pejalan kaki dapat masuk dan keluar kawasan Bandara Sotta melalui akses sementara yang terdapat di area TOD M1.(RMI/HRU)

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill