Empat Hari Beroperasi, Lebih dari 5.000 Penumpang Gunakan Stasiun Jatake
Senin, 2 Februari 2026 | 09:07
KAI Commuter mencatat Stasiun Jatake telah melayani ribuan penumpang sejak mulai beroperasi pada Rabu, 28 Januari 2026.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak Rp1,4 miliar uang dolar palsu di Bandara Soekarno-Hatta diungkap petugas Polres Bandara.
Tiga orang pelakunya berhasil diringkus aparat. Ketiga tersangka itu kedapatan memiliki dan mencoba mengedarkan uang dolar palsu dengan senilai 100.000 USD atau diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan, kasus ini pertama kali terendus pada 28 Desember 2020. Setelah dilakukan penyelidikan, tiga tersangka berhasil diamankan pada awal Januari 2021.
"Berawal saat kami menerima laporan akan adanya transaksi peredaran uang palsu pada Desember. Lalu kami lakukan penyelidikan, dan tersangka berhasil diamankan pada tanggal 2, 5, dan 7 Januari 2021," ujar Adi di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (28/11/2021).

Ketiga tersangka ini di antaranya RA, 40, TP, 37, dan A, 55. Mereka memiliki peran berbeda.
RA merupakan pemilik uang palsu, kemudian dia memberikan barang tersebut kepada TP untuk ditukarkan dengan rupiah.
Oleh TP, uang tersebut dibagi dua dengan A untuk membantunya mengedarkan uang palsu tersebut.
"Uang palsu tersebut merupakan milik tersangka RA yang kemudian diberikan kepada TP untuk diedarkan. Tersangka TP lalu memberikan uang tersebut sebanyak 60.000 USD kepada A untuk ditukarkan dengan rupiah," ungkapnya.
KAI Commuter mencatat Stasiun Jatake telah melayani ribuan penumpang sejak mulai beroperasi pada Rabu, 28 Januari 2026.
TODAY TAGMembuka gerai ritel modern seperti Alfamart merupakan investasi yang menjanjikan, namun tetap memerlukan perencanaan modal yang matang.
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Krisis sampah di Tangsel bukan sekadar soal lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang penuh atau truk yang rusak. Masalah sebenarnya adalah kegagalan sistemik dalam menutup siklus konsumsi yang didorong oleh gaya hidup urban yang masif.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews