Connect With Us

3 Pengedar Sabu Jaringan Antar Pulau Dibekuk Polisi Bandara Soekarno-Hatta, 1 Meninggal

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 16 Maret 2021 | 17:35

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian bersama anggotanya saat menunjukan barang bukti Narkoba. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Polres Bandara Soekarno-Hatta membongkar kasus peredaran narkoba jenis sabu antar pulau. Kepolisian pun menangkap tiga tersangka, tetapi satu di antaranya meninggal karena sakit jantung. 

 

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian mengatakan, pengungkapan peredaran kasus narkoba ini berawal saat pihaknya menerima informasi  akan ada transaksi narkoba di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. 

 

Namun, karena upaya transaksi narkoba itu diketahui polisi, kedua tersangka yakni pria berinisial SN dan AR berpindah lokasi transaksi ke wilayah Tangerang Selatan. 

 

"Berhasil dilidik ke arah mana, gerak gerik dan benar transaksi di wilayah Tangsel. SN dan AR segera transaksi, anggota bergerak mengamankan pelaku dan barang bukti," ujarnya dalam jumpa pers di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (16/3/2021). 

 

Saat ditangkap tersebut, polisi mendapati tersangka SN dengan barang bukti sabu seberat 1 kilogram, sedangkan tersangka AR didapati sabu seberat 5,6 kilogram. 

 

"Sehingga ditotal 6,6 kilogram," katanya. 

 

Polisi pun mengembangkan penangkapan kedua tersangka tersebut. Adapun saat pengembangan, tersangka AR meninggal dunia di rumah sakit karena sakit jantung. 

"Anggota nggak mau ambil risiko, kendaraan diarahkan ke RS Kramat Jati. Namun berdasarkan keterangan medis, meninggal dunia, lalu visum, ternyata AR memiliki riwayat jantung," kata Kapolres. 

 

Lalu, hasil visum juga didukung keterangan istri tersangka, bila selama hidup AR memiliki penyakit jantung. Tak berhenti sampai di sini. 

 

Kemudian polisi kembali melakukan pengembangan kasusnya. Sehingga diketahui sabu-sabu yang didapatkan dari kedua tersangka itu berasal dari pelaku MK dan OJ Aceh dan Medan yang dibawa melalui jalur darat. 

 

Dalam perjalanan dari Aceh ke pulau Jawa, para tersangka menggunakan dua mobil dengan pelaku MK dan OJ bertugas sebagai penunjuk jalan. Kepolisian berhasil menangkap MK, sedangkan OJ masih dalam pengejaran. 

 

"Mereka ini jaringan antar pulau. Makanya perginya pun dua mobil, satu mobil di depan untuk mengawasi atau mengintai, kalau ada anggota, laju mobil dihentikan atau putar arah," kata Kapolres seraya menambahkan para tersangka terancam hukuman kurungan 6 tahun penjara.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

BANTEN
PLN Banten Selatan Ajak Dialog dengan Pelanggan, Bahas Kebutuhan Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Usaha

PLN Banten Selatan Ajak Dialog dengan Pelanggan, Bahas Kebutuhan Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Usaha

Sabtu, 26 September 2026 | 10:16

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Selatan mempertemukan pelanggan dan jajaran PLN dalam Customer Partnership Forum 2026 di Lebak, Jumat 25 September 2026.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill