Connect With Us

Cuaca Buruk, 5 Pesawat Delay

| Rabu, 6 Oktober 2010 | 19:03

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, terminal 3 (tangerangnews / dira)

 
TANGERANGNEWS- Akibat cuaca buruk yang terjadi di Tangerang, pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta delay .
 
Kepala Bidang Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jaya Tahoma Sirait mengatakan, telah terjadi cuaca ekstrem di bandara itu yang mengakibatkan 5 pesawat harus delay.
 
Jaya mengatakan, delay penerbangan dilakukan untuk keberangkatan dan kedatangan. Sebab, kata dia, cuaca buruk dengan hujan dan kabut terjadi.  Itu membuat memperpendek jarak pandang pesawat.

"Jarak pandang terburuk di Bandara ini jauh dari normal mencapai 300 meter sehingga pilot tak kemungkinkan melihat landasan," katanya, hari ini.
 
Peristiwa itu, kata Jaya terjadi sekitar sejak pukul 15.30-16.20 WIB. Jaya Tahoma Sirait mengatakan, jarak pandang ideal untuk landing dan take off seharusnya 2 kilometer. Di bawah 2 Km, kata dia, tak bisa rekomendasikan untuk terbang atau landing demi keselamatan penerbangan.
“Kami terpaksa menahan (holding) tiga pesawat yang akan mendarat. Sedangkan yang akan take off dua pesawat. Tiga pesawat yang mendarat saya lupa dari mana, sedangkan yang akan terbang rutenya Jakarta Singapura dan Jakarta Surabaya,” jelasnya. Jaya juga lupa maskapai mana saja yang terpaksa harus delay.
 
Sementara itu, Coorporate Secretary PT Angkasa Pura II Hari Cahyono membenarkan adanya delay karena cuaca ekstrem tersebut. “Delay adalah prosedur yang harus dilakukan. Kami melakukan itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Ini bagian dari keselematan penerbangan,” tegasnya. (dira)

TANGSEL
Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan aktivitas armada pengangkut sampah di wilayah Bogor, Jawa Barat.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill