Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari
Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
TANGERANGNEWS.com-Senior Manager Of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II, M Holik Muardi, mengatakan, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, meningkat pada hari pertama pemberlakuan hasil negatif Antigen 1x24 jam sebagai persyaratan penerbangan.
"Untuk penumpang pada hari ini kami melihat sedikit ada peningkatan dibanding sebelumnya. Rencananya penerbangan hari ini akan ada sekitar 67.000 penumpang baik domestik maupun internasional yang datang dan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya, Rabu 3 November 2021.
Sebelum Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi COVID-19 pergerakan penumpang di Bandara Soetta hanya sampai dengan 60.000 penumpang per hari.
"Sebelum SE (96/2021) ini diberlakukan atau 2 hari yang lalu, penumpang di Bandara Soekarno-Hatta sekitar 55.000- 60.000 penumpang per harinya," jelasnya.
Dengan adanya peningkatan pergerakan penumpang, Holik mengimbau agar penumpang selalu mematuhi protokol kesehatan selama di Bandara Soekarno-Hatta.
"Kami mengimbau kepada penumpang untuk tetap selalu menerapkan ptotokol kesehatan di mana pun berada terutama selama di Bandara untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19," pungkasnya.
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
TODAY TAGKesempatan bagi para desainer, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat umum untuk mengukir identitas budaya Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan ketersediaan energi listrik di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 30 persen dari total kapasitas daya tampung pemakaian.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews