Connect With Us

Jalankan USAP-CMA, Bandara Soetta Tingkatkan Keamanan Penerbangan Standar Global

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 28 Juni 2024 | 17:57

Bandara Soetta Kota Tangerang menjalankan program Universal Security Audit Programme Continuous Monitoring Approach (USAP - CMA) mulai 24 Juni - 5 Juli 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tingkatkan aspek keamanan penerbangan berstandar global, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang, menjalankan Universal Security Audit Programme Continuous Monitoring Approach (USAP - CMA), mulai 24 Juni - 5 Juli 2024 mendatang. 

USAP - CMA merupakan program dari organisasi penerbangan sipil internasional atau International Civil Aviation Organisation (ICAO).

Tujuannya, untuk menilai tingkat kepatuhan dan sistem pengawasan keamanan penerbangan suatu negara terhadap Standar Annex 17 dan ketentuan terkait keamanan pada Annex 9.

Senior Manager Of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta M Holik Muardi mengatakan, USAP-CMA dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan penerbangan global, melalui audit dan pemantauan berkelanjutan terhadap kinerja keamanan penerbangan Negara-negara Anggota.

"Dengan audit ini dapat meningkatkan dan memperkuat sistem keamanan Bandara Soekarno-Hatta dan lebih comply terhadap regulasi keamanan penerbangan. Adapun dari sisi bisnis, mendukung pertumbuhan traffic penerbangan internasional karena telah diaudit oleh ICAO dengan hasil baik," kata Holik, Jumat 28 Juni 2024.

Holik Muardi menjelaskan, sesuai standar minimun ICAO Global Aviation Security Plan (GASeP), Indonesia memiliki target nilai kepatuhan (comply) 80%.

Diharapkan nilai kepatuhan tersebut dapat dicapai Bandara Soetta (CGK) pada USAP-CMA tahun 2024 ini.

"Dengan adanya audit ini, diharapkan CGK dapat berkontribusi penuh terhadap hasil yang diperoleh, dalam hal implementasi di lapangan dan kepatuhan bandara dalam hal regulasi keamanan penerbangan," ujar Holik. 

Adapun yang dievaluasi dalam USAP - CMA ini, mencakup sejumlah aspek keamanan dalam operasional bandara, mulai dari keamanan bandar udara, pesawat (aircraft) dan keamanan penumpang pesawat serta barang bawaannya. 

"Audit ini mencakup prosedur dan proses terhadap akses bandara termasuk di sisi darat atau sisi udara dan area lainnya seperti kargo. Kemudian, keahlian personel keamanan penerbangan (Aviation Security), serta peralatan dan keamanan bandar udara," terang Holik.

Menurut Holik Muardi, USAP - CMA secara terus-menerus menilai tingkat kinerja keamanan penerbangan dan memberikan rekomendasi yang diprioritaskan, untuk membantu Anggota Negara-negara dalam mengatasi kekurangan yang teridentifikasi.

"Target nilai minimal 80 persen kepatuhan merupakan langkah penting dalam meningkatkan keamanan penerbangan secara keseluruhan di Bandara Soekarno-Hatta. Semoga audit ini berhasil sesuai target dan dapat manfaat bagi semua pihak," tutur Holik Muardi.

BANTEN
Dulu Rusak dan Kebanjiran, Akses Jalan Industri di Jatiuwung Kini Mulus Dibeton Pemprov Banten

Dulu Rusak dan Kebanjiran, Akses Jalan Industri di Jatiuwung Kini Mulus Dibeton Pemprov Banten

Minggu, 11 Januari 2026 | 11:21

Warga Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang kini dapat bernapas lega. Jalan Kopi yang selama bertahun-tahun rusak, kini telah berubah menjadi jalan beton yang kokoh.

WISATA
Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat

Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat

Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15

Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

NASIONAL
Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Minggu, 11 Januari 2026 | 11:35

Masih berani melawan arah demi menghemat waktu beberapa menit? Sebaiknya pikirkan berkali-kali. Selain mempertaruhkan nyawa, tindakan ceroboh ini bisa menyeret Anda ke balik jeruji besi hingga 5 tahun penjara.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill