Connect With Us

Brigjen Gadungan Ingin dapat Potongan Harga Tiket

| Selasa, 26 Juni 2012 | 16:53

Polwan Gadungan. (tangerangnews / rangga)


TANGERANG-Polisi gadungan yang ditangkap Polres Metro Bandara Soekarno- Hatta berinisial SSN, 55, mengaku nekat menggunakan seragam palsu karena ingin mendapatkan potongan harga tiket bus.

"Di bandara, dia sedang menunggu temannya di depan konter tiket bus Primajasa. Rencananya ia akan pergi bersama rekannya ke Bandung. Dia menggunakan seragam polisi agar mendapat potongan harga tiket. Selain itu juga, dia ingin terlihat gagah," ungkap Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta Kompol Siswo Yuwono, Selasa, (26/6).

Siswo menambahkan, ditangkapnya SSN di Terminal II D, berawal karena kecurigaan anggota Polres yang melihat seragamnya. Menurut Siswo, atribut pada seragam polisi yang dikenakan SSN ganjil.

"Yang bersangkutan menggunakan pangkat Kompol, tapi monogram di kerah bajunya berwarna merah yang seharusnya digunakan oleh perwira tinggi atau Jenderal. Saat ditanya, dia mengaku bertugas di Mabes, lalu kita amankan," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, SSN mengaku mendapatkan seragam tersebut dari toko di wilayah Pasar Senen. Wanita asal Bandung ini tinggal di kawasan Tomang, Jakarta Barat.

"Belakangan dia mengaku, dia sudah menggunakan seragam tersebut selama satu tahun. Tapi apakah dia melakukan aksi kriminal dengan seragam itu, masih kita dalami," pungkas Siswo.

Dari tangan SSN, juga diamankan barang bukti 2 unit HT, 1 kamera digital, 9 kartu ATM, 400 dolar Hongkong, 200 USD, 5 ringgit Malaysia, Rp 820 ribu, 1 BPKB motor dan 1 KTP. "Pelaku dijerat Pasal 228 KUHP, tentang menggunakan seragam yang seharusnya tidak dia gunakan dengan ancaman 2 tahun penjara," terangnya. (RAZ)

NASIONAL
Sudah Elektronik tapi Masih Perlu Fotokopi e-KTP saat Urus Administrasi Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Sudah Elektronik tapi Masih Perlu Fotokopi e-KTP saat Urus Administrasi Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026 | 10:20

Praktik fotokopi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga kini masih banyak ditemukan dalam berbagai urusan administrasi. Padahal, pemerintah menilai penggunaan fotokopi identitas tersebut sudah tidak lagi relevan di era digital.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

TANGSEL
RTRW Tangsel Disahkan, DPRD Wanti-wanti Banjir dan Masalah Lingkungan Kian Mendesak

RTRW Tangsel Disahkan, DPRD Wanti-wanti Banjir dan Masalah Lingkungan Kian Mendesak

Rabu, 6 Mei 2026 | 19:35

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2026–2045

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill