Connect With Us

Banten Sudah Memasuki Bonus Demografi

Mohamad Romli | Sabtu, 23 Desember 2017 | 20:00

Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Siti Masrifah, saat menjadi narasumber sosialisasi Integrasi Kampung KB di Desa Mekar Wangi, Cisauk yang digelar Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jumat (22/12/2017). (@TangerangNews / Mohamad Romli)


TANGERANGNEWS.com-Provinsi Banten telah memasuki fase bonus demografi. Hal itu dikatakan Siti Masrifah, anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III. Sebab, dari 12,4 juta penduduk Banten di tahun 2017, 68,53% adalah penduduk usia produktif.

“Artinya, jumlah usia produktif lebih banyak dibandingkan yang tidak produktif,” ujarnya saat  sosialisasi Integrasi Kampung Keluarga Berencana (KB) yang dihelat Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, Sabtu (23/12/2017).

Banten, lanjut sosok yang akrab disapa mbak Chifa itu, secara nasional, Indonesia diperkirakan mencapai puncak bonus demografi pada 2017 sampai 2019.  Untuk gelombang pertama dan 2020 sampai 2030 pada gelombang kedua.

“Namun, ini menjadi tantangan bagi Pemprov Banten, agar bonus demografi menjadi modal dasar dalam membangun Banten, bukan sebaliknya,” tambahnya.

BACA JUGA :

Berdasarkan data statistik struktur penduduk Banten yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Banten,  tahun 2013, angka beban ketergantungan Banten masih sebesar 47,08.

Berarti, setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung antara 47 sampai 48 orang penduduk usia tidak produktif.

Sementara pada tahun 2017, beban yang ditanggung sedikit mengalami penurunan, sehingga yang ditanggung hanya 46 orang penduduk usia tidak produktif.

“Hal ini harus menjadi perhatian serius Pemprov Banten dalam proses perencanaan kebijakan pembangunan, karena kalau tidak, akan menjadi muncul berbagai masalah sosial dan ekonomi,” tambahnya.

“Kalau tidak ditopang dengan kualitas SDM yang baik, bonus demografi atau pun jumlah penduduk yang banyak hanya akan menimbulkan banyak masalah,” tegasnya.

Untuk itu, ia mendorong tersedianya berbagai sarana dan prasarana perumahan, pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum, serta penyediaan lapangan kerja untuk menyerap jumlah usia produktif yang tinggi tersebut.

Ia juga mengingatkan, setelah fase bonus demografi, penuaan akan menjadi isu penting di Banten, yaitu fenomena ketika proporsi penduduk usia 65 tahun ketas meningkat akibat naiknya angka harapan hidup dan atau menurunnya tingkat kelahiran (fertilitas).

“Segalanya harus sudah masuk dalam perencanaan pembangunan, agar tidak timbul masalah pelik dikemudian hari,” tukasnya.(DBI/HRU)

TEKNO
Cegah Self-Diagnosis Pakai AI, Watsons Hadirkan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

Cegah Self-Diagnosis Pakai AI, Watsons Hadirkan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

Sabtu, 7 November 2026 | 18:07

Di tengah maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan internet untuk mencari jawaban atas keluhan kesehatan, risiko self-diagnosis atau salah informasi medis kian meningkat.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill