Connect With Us

Kapal Diduga Buang Limbah Oli di Laut Cemari Markas Polairud Banten

Mohamad Romli | Rabu, 12 Februari 2020 | 17:15

Tampak perairan di sekitar markas Ditpolairud Banten dan sebagian pesisir Pulorida tercemar limbah oli, Rabu (12/2/2020). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sebuah kapal diduga membuang limbah oli campuran di perairan Merak, Banten. Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) itu mencemari markas Ditpolairud dan sebagian pesisir Pulorida.

Kapal itu diduga membuang limbah pada malam hari. Pihak kepolisian baru mengetahui adanya limbah sekitar pukul0 6.00 WIB di markas mereka. Mengetahui kejadian itu, polisi langsung menyisir lokasi terdampak.

"Kita dapat info itu sekitar jam 6 pagi bahwa ada pencemaran limbah yang berdampak di kantor kita, setelah itu Bapak  Dirpolairud Polda Banten memerintahkan kita untuk melakukan lidik (penyelidikan) ke perairan," kata Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Banten, AKBP Noman Trisapto kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

	Tampak perairan di sekitar markas Ditpolairud Banten dan sebagian pesisir Pulorida tercemar limbah oli, Rabu (12/2/2020).

Hasil dari penyelidikan dan penyisiran wilayah pesisir, polisi baru menemukan dua lokasi terdampak limbah kapal. Polisi juga masih mencari kapal mana yang ditengarai membuang limbah hingga mencemari markas mereka.

"Hasil dari pemeriksaan dan pemantauan kapal patroli, untuk dampaknya limbah pencemaran ini sebagian kecil ada juga di perairan Pulorida kalau di Salira kita belum dapati Itu kayaknya oli campuran yang di got-got kapal itu bekas-bekas cleaning-an," ujarnya.

Polisi sudah memeriksa 4 kapal yang ditengarai membuang limbah namun hasil pemeriksaan nihil. Kapal pembuang oli diduga melakukan aksinya sambil berlayar

"Sampai dengan saat ini tim kita masih melakukan penyelidikan di tengah laut. Sudah 4 kapal yang diperiksa tapi semuanya tidak terbukti," tuturnya. (RAZ/RAC)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

BANTEN
Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:49

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill