Connect With Us

Tidak Jelas, Pembangunan Empat SDN Terdampak Tol Serang-Panimbang

Tim TangerangNews.com | Selasa, 23 November 2021 | 15:58

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa. (@TangerangNews / Kabarbanten)

TANGERANGNEWS.com - Proyek nasional pembangunan jalan tol Serang-Panimbang seksi I Serang-Rangkasbitung sudah di resmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa,16 November 2021.  Namun ironisnya, hingga saat ini empat SDN terdampak pembangunan jalan tol di wilayah tersebut belum ada kejelasan kapan pembangunannya.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menagih janji Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) dan PT Wijaya Karya (Persero) tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) selaku pelaksana pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang atas empat SDN tersebut.    

Keempat SDN terdampak tersebut yakni Cilayang Guha, Inpres Cikeusal dan Seba di Kecamatan Cikeusal serta SDN Cipete di Kecamatan Kragilan.  “Kita akan menuntut terus kepada pihak BPJT untuk segera menyelesaikan kewajibannya karena itu komitmen mereka, dari awal mereka komitmen,” kata Pandji dalam keterangan tertulisnya pada Selasa 23 November 2021, dilansir dari Antara.

Menurut Pandji, Pemkab Serang awalnya menginginkan tak ada peresmian jalan tol Serang-Panimbang dahulu sebelum empat SDN terdampak sampai selesai. 

“Tapi ternyata ini kebijakan nasional, dengan tidak melihat kepada utang yang belum di selesaikan empat bangunan SDN dan satu balai desa, Pak Jokowi meresmikan jalan tol. Makanya tetap kita akan kejar itu, baik ke BPJT maupun ke WIKA sebagai pelaksana proyek,” tutur Pandji.

Mengingat, kata Pandji, saat ini pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas atau PTM sudah dilaksanakan. Untuk itu, pihaknya tidak ingin proses kegiatan belajar mengajar di empat SDN tersebut terganggu.

“Ini tidak boleh tertunda (pembangunan empat SDN), kita akan kejar. Kita akan datang ke Jakarta untuk menyelesaikan ini. Secepatnya itu tidak boleh di korbankan anak-anak sekolah, saya yakin Pak Jokowi tidak tahu kalau masih ada utang terutama ini anak di empat SD yang kasus pemindahan masih terkatung-katung. Saya yakin Pak Jokowi ngga tahu,” kata Pandji.

“Kita akan ke BPJT dan WIKA dengan mengirim surat secara tertulis, bukan didatangi dengan lisan. Kita kirim surat dari Ibu Bupati, kita akan datangi kesana tagih janji,” sambung dia. 

Pandji menambahkan, belum dibangunnya empat SDN terdampak pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang permasalahannya, yaitu tanah.  “Ada tanah cocok dianya (pemilik) sudah siap, kitanya nggak cocok lahannya. Kan kita harus sempurna, ini kaitannya dengan anak-anak sekolah. Saya rasa bukan masalah ngulur waktu, masalahnya teknis saja,” tegas Pandji.

BISNIS
PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

Kamis, 17 September 2026 | 16:01

PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

BANDARA
Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Rabu, 23 September 2026 | 19:57

Jenazah Surakman, 60, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, pada Kamis 24 September 2026.

BANTEN
Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Rabu, 23 September 2026 | 19:21

Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Kemunculan daratan tersebut berasal dari material vulkanik yang terakumulasi selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill