Connect With Us

Seratusan Napi Narkotik Banten Menunggu Eksekusi Mati, Mayoritas dari Tangerang

Tim TangerangNews.com | Jumat, 31 Desember 2021 | 18:45

Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Reda Manthovani. (@TangerangNews / Kejati-Banten)

TANGERANGNEWS.com–Kejaksaan Tinggi Banten menyebutkan ada sebanyak   seratusan narapidana yang umumnya terlibat kasus narkotika yang saat ini tengah menunggu eksekusi hukuman mati berdasarkan putusan pengadilan.

"Ada seratusan narapidana dan itu adalah hampir semua (napi) narkotik," ujar Wakil Kejaksaan Tinggi Banten Marang di Kejati Banten, Serang, Jumat 31 Desember 2021, dikutip dari Detik.

Marang mengatakan, seratusan napi asal Banten itu saat ini berada di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan. Mereka kebanyakan adalah narapidana dari Tangerang.

Menurut Marang, pihaknya telah melakukan verifikasi data para napi tersebut. Umumnya mereka sudah melakukan upaya pencarian keadilan hukum, termasuk ke tingkat garasi.

Para narapidana tersebut juga sudah memiliki putusan yang berkekuatan hukum tetap. "Semuanya sudah dan semuanya turun putusan grasinya," tutur Marang.

Adapun terkait belum dieksekusinya seratusan napi yang berasal dari beberapa daerah di Banten itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Reda Manthovani menyebutkan ada alasan-alasan tertentu. 

Menurut Reda, pertimbangan pertama adalah biaya dan kedua menunggu keputusan pemerintah. Selain itu, persoalan eksekusi hukuman mati bisa menjadi perhatian dunia internasional.

Reda mengatakan bahwa pertimbangan-pertimbangan tersebut menjadi alasan hingga saat ini belum ada eksekusi bagi para napi tersebut. "Kapan eksekusinya, itu menunggu kebijakan pemerintah. 

“Yang jelas untuk hukuman mati biasanya masuk ke Nusakambangan, bukan (lapas) di sini-sini,"' lanjut dia.

KOTA TANGERANG
Pria Disabilitas di Tangerang Baru Pertama Kali Melamar Kerja Sejak Lulus SMA Pada 2013, Alasannya Bikin Terenyuh

Pria Disabilitas di Tangerang Baru Pertama Kali Melamar Kerja Sejak Lulus SMA Pada 2013, Alasannya Bikin Terenyuh

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:51

Setelah bertahun-tahun merawat ibunya yang sakit, Sagara, 32, mulai mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menata masa depannya.

BISNIS
IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:37

IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. 

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill