Connect With Us

Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Biaya Operasonal, Ini Jawaban Wagub Banten 

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 15 Februari 2022 | 23:06

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. (@TangerangNews / Dok. Pemprov Banten)

TANGERANGNEWS.com-Terkait dugaan penyelewangan biaya penunjang operasional (BPO) Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tahun 2017-2021 yang dilaporkan MAKI ke Kejati Banten, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy buka suara.

Menurutnya, Pemprov Banten dalam melaksanakan kebijakan terkait dengan penyerapan BPO sudah dilakukan sesuai aturan.

“Karena kami juga sangat berhati-hati dalam melaksanakan konteks kebijakan anggaran," kata Andika saat ditanya wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Serang seperti dilansir dari Detik, Selasa 15 Februari 2022.

Andika menegaskan penggunaan biaya operasional itu sudah diatur sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP). Besaran biaya diatur sesuai dengan PAD daerah dan biaya itu katanya juga diterima kepala daerah lain.

"Yang penting kami semua melaksanakan kebijakan dalam kaitan pelaksanaan ini sesuai SOP," ujar Andika

Biaya operasional ini bukan belanja pegawai. Tapi, setiap pelaksanaannya dilakukan secara hati-hati.

Dia pun mengaku tidak ada masalah jika persoalan ini dilaporkan ke Kejati Banten. Karena secara administrasi pemprov memiliki Inspektorat yang memeriksa dan jika diketahui ada penyimpangan, maka bisa ditindaklanjuti ke penegak hukum.

"Jadi tidak masalah," kata Andika.

Menurut dia, selama ini pemprov sudah terbuka dengan Kejati Banten. Entah itu dalam hal memberikan informasi termasuk jika membutuhkan validasi data.

"Kan sama permasalahan ini (biaya operasional) bukan hanya Provinsi Banten semua daerah. Selama ini kita sudah memberikan informasi supporting terkait apa yang ingin dikumpulkan validasi datanya," tutur Andika.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill