Connect With Us

Petugas Siaga Jaga Debit Air Bendungan Pamarayan Serang 

Tim TangerangNews.com | Sabtu, 5 Maret 2022 | 19:43

Pemantauan kondisi debit air di Bendungan Pamarayan, Kabupaten Serang. (@TangerangNews / BPBD Kab. Serang)

TANGERANGNEWS.com-Debit air di Bendungan Pamarayan Kabupaten Serang, Banten, relatif normal dan tidak menimbulkan banjir di daerah hilir. Namun begitu, petugas tetap siaga menjaga air Bendungan Pamarayan agar tak meningkat statusnya menjadi bahaya.

"Debit air Sungai Ciujung dari hulu di Kabupaten Lebak relatif normal, " ujar Suherman, seorang petugas pencatat debit air di Bendungan Pamarayan Kabupaten Serang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 5 Maret 2022.

Menurut dia, meski saat ini luapan air Sungai Ciujung cenderung meningkat, namun pergerakan debit air tidak berpotensi bencana banjir di kawasan hilir. 

Petugas saat ini membuka pintu Bendungan Pamarayan karena terjadi peningkatan luapan Sungai Ciujung. Kemungkinan besar di kawasan hulu Sungai Ciujung di Kabupaten Lebak terjadi curah hujan dengan intensitas ringan dan sedang.

Karena itu, tidak tertutup kemungkinan luapan Sungai Ciujung naik sehubungan curah hujan di kawasan hulu meningkat. Dia minta warga di kawasan hilir tetap tenang dan waspada banjir.

"Kami tetap siaga untuk menjaga air Bendungan Pamarayan agar tidak meningkat statusnya menjadi bahaya," ungkap Suherman.

Ia menyebutkan, pencatatan debit air Bendungan Pamarayan itu pada level 500-750 m3 dinyatakan status normal, 750-1.000 m3 status siap, 1.000-1.300 m3 status siaga, 1.300-1.800 m3 status awas dan 1.800-2.500 m3 status bahaya.

Sementara itu, warga di tepi aliran Sungai Ciujung mengaku telah meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan karena curah hujan di daerah ini cenderung meningkat.

"Kami berharap aliran Sungai Ciujung tidak menimbulkan banjir, " kata Enok, 45, warga Panosogan Kabupaten Serang.

KOTA TANGERANG
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Picu Sesak Napas, Ini Penjelasan Dokter Tangerang

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Picu Sesak Napas, Ini Penjelasan Dokter Tangerang

Selasa, 8 September 2026 | 19:47

Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat menyebar di Kota Tangerang Sejak Minggu 6 September 2026 patut diwaspadai, terutama karena partikel abu dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.

BANTEN
Infeksi ISPA Meningkat Imbas Abu Vulkanik, Pemprov Banten Perpanjang PJJ Sampai 11 September

Infeksi ISPA Meningkat Imbas Abu Vulkanik, Pemprov Banten Perpanjang PJJ Sampai 11 September

Selasa, 8 September 2026 | 21:38

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di wilayah Provinsi Banten kembali diperpanjang selama dua hari ke depan hingga hari Jumat, 11 September 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Kaji Kondisi Abu Vulkanik, Kepastian Sekolah Tatap Muka Diputuskan Besok

Pemkab Tangerang Kaji Kondisi Abu Vulkanik, Kepastian Sekolah Tatap Muka Diputuskan Besok

Selasa, 8 September 2026 | 21:10

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus mengkaji serta memantau perkembangan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill