Connect With Us

Ini Bedanya Banten Tanah Jawara dengan Tangerang Kota Benteng

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 23 Desember 2022 | 15:57

Jalan Benteng Makasar, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten, bahkan namanya lebih familiar dari Serang yang menjadi Ibu Kota provinsi itu sendiri.

Banten memiliki julukan sebagai Tanah Jawara, berbeda dengan Tangerang yang berjuluk Kota Benteng. Lalu, mengapa berbeda? berikut penjelasan asal usulnya.

Provinsi Banten terbentuk lewat UU No 23/2000 dan merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Jawa Barat. Diketahui sebelum Indonesia merdeka, Banten sudah terkenal sebagai kota pelabuhan yang ramai dan dikenal dengan nama Bantam.

Hal ini berdasarkan dari temuan prasasti Cidanghiyang pada tahun 1947, diketahui bahwa rakyat sangat mengagungkan keberanian Raja Purnawarman yang memimpin Kerajaan Tarumanegara.

Namun, setelah serangan yang dilakukan oleh Kerajaan Sriwijaya, kekuasaan dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda.

Kepopuleran Banten diperkuat dengan pernyataan dari seorang penjelajah Portugis, Tom Pires, menurutnya Bantam adalah salah satu pelabuhan penting dari Kerajaan Sunda.

Sejarah Banten memiliki kisah yang cukup panjang sebelum berdiri sendiri, dahulu Banten merupakan bagian dari Kesultanan Demak seperti dilansir dari okezone.com, Jumat 23 Desember 2022.

Berbeda dengan Tangerang, wilayah satu ini dalam sejarah pendiriannya berkaitan erang dengan VOC. Nama Tangerang berasal dari tugu setinggi 2,5 meter yang didirikan Pangeran Soegiri, putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten, pada tahun 1654 Masehi.

Pendirian tugu itu difungsikan menjadi penanda dan pembatas antara Kesultanan Banten dengan daerah kekuasan VOC di sebelah timur. Atas dasar fungsinya tersebut, masyarakat sekitar menyebut tugu itu dengan “Tetengger” atau “Tangeran” yang berarti penanda.

Pada 17 April 1684, Belanda menjadi penguasa di wilayah “Tangeran” setelah penandatanganan perjanjian antara VOC dengan Kesultanan Banten.

Selama kepenguasaannya, Belanda merekrut warga pribumi, di antaranya ada yang berasal dari Madura dan Makassar untuk ditempatkan di wilayah benteng.

Tentara VOC yang berasal dari Makassar tidak mengenal huruf mati, dan terbiasa menyebut “Tangeran” dengan “Tangerang”. Kesalahan ejaan dan dialek inilah yang menjadi asal penyebutan nama Tangerang.

Adapun Banten dikenal dengan julukan Tanah Jawara. Julukan itu dimiliki Banten lantaran terdapat segudang jawara ilmu bela diri. Namun, peran mereka mulai diakui setelah keruntuhan Kesultanan Banten.

Sementara Tangerang, memiliki julukannya tersendiri, yakni ‘Kota Benteng’. Pada abad ke-15, Sultan Banten mengangkat tiga Aria/Maulana, yaitu Yudhanegara, Wangsakara, dan Santika untuk membantu perekonomian Kesultanan Banten dengan melakukan perlawanan terhadap monopoli VOC.

Untuk itu, ketiga Maulana tersebut membangun benteng pertahanan yang disebut masyarakat sekitar dengan istilah daerah “Benteng” atau “Bentengan”.

Meski begitu, pemilihan Ibu Kota Provinsi jatuh kepada Serang. Hal ini berdasarkan asal-usul sejarahnya, terutama sejarah Kesultanan Banten.

Selain itu, pemilihan Serang sebagai ibu kota Banten juga bisa disebabkan karena lokasinya yang berada di tengah-tengah provinsi Banten.

BANTEN
Kemenham Banten Sebut Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tangerang Patut Dicontoh

Kemenham Banten Sebut Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tangerang Patut Dicontoh

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:52

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Banten memberikan apresiasi terhadap kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

SPORT
Elkan Baggott Bangga Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klaim Garuda Jadi Raja Asia Tenggara

Elkan Baggott Bangga Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klaim Garuda Jadi Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:36

Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott mengaku sangat bangga setelah ikut mengantarkan skuad Garuda meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill