Connect With Us

Jadi Penyebab Inflasi, Pemprov Banten Fokus Kendalikan Harga Beras dan Cabai Merah

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 16 Januari 2024 | 04:27

Pj Gubernur Banten Al Muktabar saat Rakor Pengendalian Inflasi mingguan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin 15 Januari 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) saat ini tengah fokus terhadap pengendalian harga sejumlah komoditas yang secara nasional menjadi penyebab inflasi, terutama pada beras dan cabai merah.

Berdasarkan analisa Badan Ketahanan Pangan (Bapan), beras dan cabai merah menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi pada Desember 2023. Untuk beras berada pada posisi 0,53 persen dan cabai merah 0,24 persen.

Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengungkapkan, beberapa waktu lalu komoditi beras, bawang merah, bawang putih, cabe merah dan daging ayam ras, sangat berpengaruh terhadap angka inflasi nasional dan daerah.

Namun saat ini, kondisinya sudah semakin terkendali meskipun masih memerlukan berbagai upaya.

"Posisinya sekarang masih ada selisih beberapa persen, jauh lebih turun dibandingkan beberapa waktu sebelumnya," katanya usai Rakor Pengendalian Inflasi mingguan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang secara virtual, bersama seluruh Kepala Daerah yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir, Senin 15 Januari 2024.

Al Muktabar menjelaskan terkait dengan pengendalian harga beras. Dirinya sudah melakukan pemantauan di beberapa titik seperti di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, yang sudah mulai melakukan percepatan gerakan masa tanam padi.

"Untuk bibit dan pupuknya juga sudah kita ajukan ke pusat," ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan pada komoditi bawang merah. Meskipun di beberapa lokasi seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang sudah memasuki masa panen bawang merah, tapi masih dibutuhkan tambahan stok untuk memenuhi kebutuhan.

"Kita sudah melakukan kerja sama dengan daerah champion untuk tambahan stok bawang merah seperti dengan Brebes dan Wonosobo," ucapnya.

Sedangkan untuk bawang putih, diakui Al Muktabar masih mengandalkan dari stok impor yang dilakukan oleh Kementerian atau Lembaga terkait.

"Makanya kita secara rutin melakukan evaluasi Mingguan seperti ini. Salah satu tujuannya untuk mengevaluasi kondisi di setiap daerah serta persoalan apa saja yang dihadapi, sehingga bisa diintervensi bersama-sama," jelasnya.

Secara umum, kondisi inflasi di Provinsi Banten cukup terkendali. Data month-to-month (m-t-m) Kota Serang yang sebelumnya menjadi sorotan karena cukup tinggi, saat ini sudah menurun di kisaran angka 2,11 persen.

"Tinggal Kota Cilegon dan Kota Tangerang. Di Kota Tangerang ada kenaikan karena faktor harga avtur pesawat di Bandara Soekarno-Hatta yang notabenenya itu merupakan kewenangan pusat," pungkasnya.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

TEKNO
Digunakan Untuk Konten Tak Senonoh, Komdigi Blokir Sementara Grok AI

Digunakan Untuk Konten Tak Senonoh, Komdigi Blokir Sementara Grok AI

Senin, 12 Januari 2026 | 11:20

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memutus sementara akses aplikasi chatbot berbasis kecerdasan artifisial (AI) Grok.

OPINI
Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Senin, 12 Januari 2026 | 20:30

Kemiskinan tidak pernah benar-benar netral. Ia punya wajah, dan sering kali wajah itu adalah perempuan. Ketika kemiskinan terjadi, perempuan biasanya menjadi pihak yang paling dulu mengalah, paling lama bertahan, dan paling sedikit didengar.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill