Connect With Us

Lewat Program Naga Elektrik PLN, Biaya Operasional Petani di Banten Hemat 50%

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 30 Mei 2024 | 20:03

Program Si Naga Elektrik PLN berhasil kurangi biaya operasional petani di Banten. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menyasar sektor pertanian melalui Program Electrifying Agriculture (EA). 

Program bertajuk 'Si Naga Elektrik - Solusi Pertanian Unggul dan Terbaik dengan Penggunaan Listrik' ini berhasil membantu petani menekan biaya operasional hingga 50 persen, dengan menggantikan penggunaan bahan bakar solar dengan energi listrik.

Pemilik usaha penggilingan padi di Kampung Beberan, Desa Beberan Ciruas, Kabupaten Serang Haniyah mengaku biaya operasionalnya menurun signifikan dari tujuh juta rupiah per bulan saat menggunakan solar menjadi tidak lebih dari empat juta rupiah per bulan semenjak beralih menggunakan listrik PLN.

Menurutnya, listrik dari PLN lebih efisien dan menguntungkan dibandingkan solar yang harganya jauh lebih tinggi. 

"Saya dan rekan-rekan petani yang telah beralih menggunakan listrik PLN merasakan bahwa pekerjaan penggilingan padi kami saat ini jauh lebih praktis karena jika dengan solar kita harus membeli solar yang semakin langka, belum lagi mengoperasikan mesin yang kompleks, dan tentunya tidak ramah lingkungan," ujarnya, Rabu, 29 Mei 2024.

Haniya mengimbau agar para petani lain dan pelaku usaha penggilingan padi untuk tidak ragu beralih ke listrik PLN lantaran kesigapan personel PLN yang cepat dan responsif dalam memproses pemasangan baru listrik.

General Manager PLN UID Banten, Abdul Mukhlis, menyatakan bahwa 'Si Naga Elektrik' adalah layanan inovasi dari Program Electrifying Agriculture PLN, yang bertujuan mendukung kesejahteraan petani yang memegang peran vital dalam ketahanan pangan nasional.

Mukhlis menegaskan, PLN UID Banten berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi di Banten dengan menyediakan pasokan listrik yang andal, efisien, dan ramah lingkungan.

Tidak hanya sektor pertanian, tetapi juga sektor lain seperti peternakan, perikanan, dan perindustrian, seluruhnya didukung oleh PLN. 

"Para pelaku usaha silahkan fokus ke proses bisnisnya masing-masing, urusan kelistrikan serahkan kepada ahlinya, PLN," tutupnya.

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill