Sampah Bisa Ditukar Jadi Uang Tunai di Festival Cisadane 2026, Ini Caranya
Jumat, 24 Juli 2026 | 09:41
Selain pertunjukan hiburan dan budaya, gelaran Festival Cisadane 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan.
TANGERANGNEWS.com- Menutup September, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melaksanakan Apel Penyalaan Serentak untuk 1.000 pelanggan di seluruh wilayah kerjanya pada Senin, 30 September 2024.
Hal itu diwujudkan melalui program 'Juliet' atau Jualan Lincah Eksekusi Tuntas Tegangan Rendah (TR) yang berfokus pada percepatan proses pasang baru dan perubahan daya.
General Manager PLN UID Banten Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di enam Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), yakni UP3 Serpong, Cikokol, Cikupa, Teluk Naga, Banten Utara, dan Banten Selatan.
Adapun seribu pelanggan tersebut ialah yang telah mengajukan permohonan penyambungan baru atau perubahan daya pada tarif tegangan rendah.
"Ini dilakukan sebagai pemacu semangat insan PLN menuju akhir tahun dan mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten serta peningkatan pelayanan melalui percepatan penyambungan," ujar pria yang juga akrab disapa Andy Acha.
Dalam kesempatan itu, Andy juga menyarankan penggunaan aplikasi PLN Mobile untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses layanan kelistrikan.
Menurutnya, masyarakat dapat dengan mudah mengajukan permohonan layanan listrik dan memantau prosesnya secara langsung melalui aplikasi PLN Mobile.
Ia juga mengingatkan pelanggan untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan oleh pihak yang mengatasnamakan PLN.
Dia memastikan, seluruh transaksi dan pembayaran dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile, tanpa melibatkan pembayaran tunai atau transfer ke perorangan.
Selain pertunjukan hiburan dan budaya, gelaran Festival Cisadane 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan.
TODAY TAGMahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.
Penyaluran dana hibah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 11 sekolah swasta di Provinsi Banten menjadi perhatian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews