Connect With Us

Waspadai 9 Gejala Obesitas pada Anak, Nomor 2 Orang Tua Sering Lalai

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 29 Oktober 2024 | 15:11

Ilustrasi obesitas (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Obesitas pada anak kini menjadi perhatian serius di bidang kesehatan. Pasalnya, kondisi ini tak hanya berdampak pada fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan mental dan sosialnya. 

Menurut data dari World Health Organization (WHO), jumlah anak-anak yang mengalami obesitas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terus meningkat. 

Tercatat, 7,5% anak di bawah 5 tahun mengalami berat badan berlebih, melebihi rata-rata global sebesar 5,7%.

Penyebab Obesitas pada Anak

Dokter Spesialis Anak di Bethsaida Hospital Serang dr. Viany Rehansyah, Sp.A, menjelaskan, faktor penyebab obesitas pada anak sangat beragam, mulai dari pola makan tidak sehat seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman manis, kurangnya aktivitas fisik akibat penggunaan gadget yang berlebihan, hingga faktor genetik. 

Terdapat juga faktor lingkungan, seperti kebiasaan makan di rumah, juga turut berperan besar.

"Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa kebiasaan makan yang diterapkan di rumah sangat berpengaruh pada berat badan anak. Pola makan yang sehat dan seimbang adalah kunci," ujar dr. Viany dalam keterangannya, Selasa, 29 Oktober 2024.

9 Gejala Obesitas pada Anak yang Wajib Diwaspadai

1. Peningkatan Berat Badan Berlebihan  

Berat badan anak berada di atas batas normal sesuai usianya, biasanya di atas persentil ke-95 dalam kurva BMI.

2. Penumpukan Lemak di Area Tubuh Tertentu 

Lemak terlihat menumpuk di sekitar perut, leher, pinggang, atau wajah, tanda yang sering kali diabaikan oleh orang tua.

3. Sesak Napas atau Sulit Bernapas  

Anak mudah merasa sesak napas, bahkan ketika melakukan aktivitas fisik ringan.

4. Cepat Lelah  

Anak cepat kehabisan energi atau merasa lelah saat beraktivitas fisik.

5. Gangguan Tidur (Sleep Apnea)

Obesitas dapat menyebabkan gangguan tidur seperti sleep apnea, yaitu henti napas saat tidur.

6. Nyeri Sendi atau Tulang 

Anak bisa merasakan sakit pada lutut, pinggul, atau punggung akibat beban tubuh yang berlebih, bahkan terkadang mengalami kesulitan bergerak.

7. Masalah Kulit

Kulit sering mengalami ruam atau terlihat menghitam di area lipatan, kondisi ini disebut acanthosis nigricans.

8. Gangguan Hormonal 

Anak perempuan mungkin mengalami menstruasi dini, dan anak laki-laki bisa mengalami perubahan hormon yang memengaruhi perkembangan.

9. Gangguan Emosional dan Sosial 

Anak yang mengalami obesitas sering kali merasa rendah diri, cemas, atau bahkan depresi karena ejekan dari lingkungan sekitar.

Dampak Jangka Panjang Obesitas pada Anak

Anak-anak yang mengalami obesitas lebih rentan terhadap risiko penyakit serius seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan jantung. 

Selain itu, anak juga berpotensi mengalami masalah emosional seperti rendahnya rasa percaya diri dan risiko depresi akibat perundungan juga kerap dialami.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk menghindari obesitas pada anak.

  • Pola Makan Sehat: Pastikan anak mendapat asupan gizi seimbang dan kurangi makanan olahan.
  • Aktivitas Fisik Rutin: Ajak anak bergerak aktif, misalnya dengan berolahraga atau bermain.
  • Batasi Waktu Gadget: Kurangi penggunaan gadget dan berikan alternatif kegiatan yang lebih aktif.
  • Tidur Cukup: Anak yang tidur cukup cenderung memiliki berat badan ideal.
  • Contoh dari Orang Tua: Orang tua bisa menjadi teladan dengan menerapkan gaya hidup sehat di keluarga.

Menurut dr. Viany penanganan obesitas anak perlu dilakukan melalui perubahan gaya hidup yang menyeluruh agar hasilnya maksimal. 

"Orang tua perlu membatasi konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak dan memberikan makanan sesuai kebutuhan kalori anak per harinya. Selain membatasi konsumsi makanan, anak juga harus didorong untuk aktif bergerak minimal 60 menit per harinya, baik dengan melakukan olahraga atau permainan fisik. Selain itu, orang tua dan keluarga sangat efektif dalam penurunan berat badan atau keberhasilan pengobatan," terang dr. Viany.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirtamulya menambahkan, Bethsaida Hospital Serang, khususnya melalui Women & Children Center, berkomitmen menyediakan penanganan yang komprehensif bagi anak-anak yang mengalami masalah obesitas. 

"Tidak hanya pada permasalahan kesehatan secara umum, tapi khususnya terhadap anak-anak yang sedang menghadapi masalah obesitas dan memerlukan perhatian, serta dukungan khusus dari ahlinya," katanya.

Bagi para orang tua yang mulai mengenali tanda-tanda obesitas pada anak, jangan ragu untuk segera memeriksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan dan saran yang sesuai.

HIBURAN
Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10

Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

BISNIS
GIIAS 2026 Dibuka Besok di ICE BSD, Cek Harga Tiket, Akses Jalan dan Titik Parkir

GIIAS 2026 Dibuka Besok di ICE BSD, Cek Harga Tiket, Akses Jalan dan Titik Parkir

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:02

Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kembali hadir di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

KOTA TANGERANG
Kemarau, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Pintu Air 10 Tangerang Masih Aman

Kemarau, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Pintu Air 10 Tangerang Masih Aman

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:51

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pasokan air dari Sungai Cisadane masih aman hingga beberapa bulan ke depan saat musim kemarau ekstrem.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill