Connect With Us

Gawat, 20 Ribu Warga Kota Tangerang Alami Obesitas 

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 9 Juli 2023 | 12:32

Proses evakuasi pria obesitas di Ciledug, Kota Tangerang menuju RSUD Kota Tangerang menggunakan mobil pikap (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Berdasarkan hasil deteksi dini dari seluruh Puskesmas di wilayah Kota Tangerang, tercatat sebanyak 20 ribu warga mengalami kondisi Obesitas.

Kepala Bidang P2P (pencegahan dan pengendalian penyakit) Dinkes Kota Tangerang dr Harmayani mengatakan, data obesitas itu hingga Mei 2023 dan masih akan diperbaharui lebih lanjut.

Dikatakan Harmayani, dari hasil skrining dengan sasaran di atas 15 tahun, ditemukan hasil warga terkonfirmasi obesitas didominasi oleh usia 20 tahun hingga 50 tahun seperti dilansir dari Sindonews.com, Minggu, 9 Juli 2023.

Lebih lanjut, Harmayani menyebut jumlah warga terkonfirmasi obesitas akan dilaporkan ke pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).

Harmayani memaparkan, sebanyak 28,6 persen dari total penduduk Kota Tangerang mengalami obesitas. Hal ini berdasarkan Kesehatan Dasar) Badan Litbangkes Kemenkes RI 2018.

Dari data tersebut juga diketahui 31 persen masyarakat Indonesia mengalami obesitas.

Meski begitu, dari 20 ribu warga Kota Tangerang yang terkonfirmasi mengalami obesitas belum dapat dipastikan memiliki masalah terkait kesehatan lantaran data tersebut ditinjau dari Indeks Masa Tumbuh (IMT).

"Data yang kami masukan itu secara general, karena dalam obesitas itu ada kategorinya lagi, ada obesitas ringan, sedang dan berat," ucapnya.

Lanjutnya, obesitas merupakan kondisi saat lemak dalam tubuh menumpuk Hinga menyebabkan masuknya kalori melebihi jumlah defisit kalori. Akibatnya, berpengaruh terhadap berat badan berlebihan.

"Yang pertama itu normal, kedua sekedar gemuk atau lebih berat badan, ketiga obesitas, yakni kondisi badan yang sudah lebih dari gemuk," ujarnya.

Menurut Harmayani, dilihat secara umum angka obesitas di Indonesia termasuk Kota Tangerang cukup tinggi.

"Dalam Bahasa kesehatannya IMT yang sudah lebih dari 27 dikatakan obesitas," pungkasnya.

Sebelumnya, terdapat dua kasus obesitas di Kota Tangerang dengan kondisi yang memperihatinkan hingga kesulitan bergerak akibat dari berat badan di atas normal.

Muhammad Fajri, 27, warga Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, dengan bobot nyaris 300 kilogram menjadi kasus pertama yang ditangani oleh pihak RSUD Kota Tangerang. Kemudian, Fajri meninggal dunia usai dirujuk ke RSCM, Jakarta Pusat, usai menjalani perawatan selama hampir sepekan.

Terbaru, UPT BPBD Ciledug kembali mengevakuasi pria obesitas atas nama Cipto Raharjo, 45, yang tinggal di Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Saat ini, Cipto dengan bobot sekitar 200 kilogram tengah menjalani perawatan lebih lanjut di RSUD Kota Tangerang.

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

BANTEN
Nyeri Lutut dan Panggul Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Sendi

Nyeri Lutut dan Panggul Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Sendi

Jumat, 6 November 2026 | 20:57

Nyeri lutut ketika menaiki tangga atau panggul yang terasa sakit saat berjalan kerap dianggap sebagai keluhan biasa, terutama pada orang yang mulai memasuki usia lanjut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill