Connect With Us

Jaringan Preman Berkedok Wartawan, Punya 175 Anggota Beroperasi di Banten hingga Jatim

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 18 Mei 2025 | 15:08

Empat anggota kelompok preman berkedok wartawan yang melakukan pemerasan ditangkap aparat Polda Jawa Tengah, Sabtu 17 Mei 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Ditreskrimum Polda Jawa Tengah (Jateng) mengungkap kasus premanisme yang berkedok sebagai wartawan.

Dari keterangan pelaku yang tertangkap, diketahui mereka merupakan kelompok dari suatu jaringan besar dengan modus serupa.

Jaringan tersebut diduga memiliki 175 anggota aktif dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dan karyawan swasta.

“Wilayah operasi jaringan tersebut di seluruh pulau jawa mulai Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur,” jelas Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio, Sabtu 17 Mei 2025.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio mengungkapkan pihaknya telah menangkap empat pelaku usai memeras korban dengan mengaku sebagai jurnalis dari sejumlah media.

Para pelaku terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan, yakni HMG (perempuan), 33, AMS, 26, KS, 25, dan IH, 30, seluruhnya berasal dari daerah Bekasi, Jawa Barat.

“Rombongan ini berjumlah tujuh orang. Empat orang berhasil kita amankan, sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran,” jelas Kombes Pol Dwi, Jumat 16 Mei 2025.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan yang didapat dari para pelaku, jaringan ini telah beroperasi sejak 2020 dan telah melakukan aksi pemerasan di berbagai kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Malang, dan Surabaya.

Modus yang digunakan adalah mengintai korban yang umumnya merupakan publik figur dan tokoh masyarakat yang memiliki pasangan selingkuh.

Jadi, saat keluar dari hotel bersama pasangannya, para pelaku kemudian mendekati korban mengaku sebagai wartawan. Lalu, pelaku mengancam akan memberitakan aib pribadi atau skandal korban di media massa jika tidak menyerahkan sejumlah uang.

Salah satu korban yang melapor bahkan mengaku sempat diminta uang hingga ratusan juta rupiah.

“Namun setelah bernegosiasi, korban akhirnya mentransfer Rp12 juta ke rekening pelaku. Dari laporan inilah penyelidikan kami berkembang dan berhasil melakukan penangkapan terhadap para pelaku di rest area KM 487 Tol Boyolali,” ungkap Dwi.

Lebih lanjut, pelaku sempat kembali mengaku sebagai wartawan dari media-media terkenal. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, mereka tidak dapat menunjukkan kartu identitas resmi dari media tersebut.

Ia menuturkan, penyidik menemukan sejumlah kartu pers dari media yang tidak terdaftar di Dewan Pers, seperti Morality News, Nusantara Merdeka, Mata Bidik, dan Siasat Kota, serta kalung lencana bertuliskan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Dari hasil pengecekan, seluruh media tersebut tidak terdaftar di Dewan Pers.

“Sudah dicek oleh Pak Kabid Humas ke Dewan Pers ternyata tidak terdaftar secara resmi,” ujar Dwi.

Dari para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa kartu pers, kartu ATM, handphone, dan satu unit mobil Daihatsu Terios warna hitam.

"Para tersangka kini dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara," tegas Dwi.

TEKNO
Wajib Tahu! 8 Fitur Aplikasi yang Bikin Trading Jadi Lebih Mudah dan Efisien

Wajib Tahu! 8 Fitur Aplikasi yang Bikin Trading Jadi Lebih Mudah dan Efisien

Senin, 26 Januari 2026 | 19:23

Trader kini semakin mengutamakan aplikasi trading yang praktis dan serba terintegrasi. Simak fitur-fitur yang mendukung analisa, efisiensi, dan kenyamanan trading modern.

KOTA TANGERANG
Gratis! Begini Prosedur Ganti Dokumen Rusak Akibat Banjir di Disdukcapil Kota Tangerang

Gratis! Begini Prosedur Ganti Dokumen Rusak Akibat Banjir di Disdukcapil Kota Tangerang

Rabu, 28 Januari 2026 | 23:42

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang membuka layanan khusus bagi warga yang dokumen kependudukannya mengalami kerusakan atau hilang akibat musibah banjir.

PROPERTI
Maggiore Signature West Jadi Area Komersial Terakhir di Kawasan Maggiore Gading Serpong

Maggiore Signature West Jadi Area Komersial Terakhir di Kawasan Maggiore Gading Serpong

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:57

Paramount Gading Serpong menghadirkan Maggiore Signature West sebagai area komersial premium terbaru di kawasan Maggiore @ Paramount Gading Serpong pada awal 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill