Connect With Us

Imigrasi Banten Optimalisasi Desa Binaan Cegah Warga Daerah Jadi Korban TTPO

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 11 November 2025 | 14:54

Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Desa Binaan Imigrasi dalam Pencegahan TPPO dan TPPM” yang digelar di Gedung Negara, Pendopo Lama Gubernur Banten, Selasa 11 November 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten secara serius memperkuat benteng pertahanan di tingkat akar rumput untuk mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) yang kerap mengincar warga di daerah.

Strategi ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Desa Binaan Imigrasi dalam Pencegahan TPPO dan TPPM” yang digelar di Gedung Negara, Pendopo Lama Gubernur Banten, Selasa 11 November 2025.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Felucia Sengky Ratna menegaskan peran krusial masyarakat desa.

Menurutnya, desa binaan Imigrasi bukan sekadar mitra, melainkan ujung tombak dalam sistem pertahanan negara melawan praktik-praktik ilegal lintas negara ini.

"Melalui FGD ini, kita bangun sebuah model pencegahan yang komprehensif dari hulu ke hilir, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Pemahaman masyarakat desa binaan adalah garda terdepan kita dalam mencegah praktik-praktik ilegal yang sering mengincar warga di daerah," ujarnya.

TPPO dan TPPM diketahui sering memanfaatkan celah di daerah-daerah dengan sosialisasi yang minim mengenai prosedur migrasi yang legal dan aman.

Oleh karena itu, Imigrasi Banten berupaya menjadikan desa binaan sebagai sistem early warning system atau peringatan dini yang efektif.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber kompeten yang memberikan perspektif mendalam yakni Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang memaparkan kebijakan makro dan fungsi desa sebagai early warning system.

Kemudian, Kepala BP3MI Provinsi Banten yang menjelaskan kebijakan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta mekanisme penempatan yang legal dan Perwakilan Direktorat Intelijen Keimigrasian yang membedah modus operandi terbaru dari sindikat TPPO/TPPM untuk deteksi dini.

Peserta FGD terdiri dari berbagai elemen kunci, termasuk perangkat desa dan masyarakat dari Desa Binaan Imigrasi, serta perwakilan multi-sektor dari Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), hingga Kepolisian Resor (Polres) di seluruh Provinsi Banten.

Kehadiran multi-sektor ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kewaspadaan masyarakat Desa Binaan, serta menghasilkan rumusan aksi kolaboratif yang konkret.

SPORT
Carlos Pena Bongkar Titik Lemah Persita Usai Dibantai Persijap

Carlos Pena Bongkar Titik Lemah Persita Usai Dibantai Persijap

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:47

Pelatih Carlos Pena mengakui Persita Tangerang sedang menghadapi masalah serius di lini depan setelah kekalahan telak 0-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Banten International Stadium.

KAB. TANGERANG
38 Hektare Lahan Milik Pemprov DKI di Legok Tangerang Bakal Dibuat Tandon dan Pertanian

38 Hektare Lahan Milik Pemprov DKI di Legok Tangerang Bakal Dibuat Tandon dan Pertanian

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:09

Puluhan hektare lahan tidur milik Pemerintah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berada di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang rencananya akan disulap menjadi kawasan produktif, mulai dari infrastruktur pengendali banjir

WISATA
Pusat Kuliner G Town Square Gading Serpong Tutup, Pindah Lokasi ke Tigaraksa

Pusat Kuliner G Town Square Gading Serpong Tutup, Pindah Lokasi ke Tigaraksa

Senin, 18 Mei 2026 | 11:09

Pusat kuliner G Town Square di kawasan Gading Serpong dipastikan menghentikan operasionalnya mulai 15 Mei 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill