Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com- Keluhan mengenai nyamuk yang terasa semakin banyak belakangan ini ramai disampaikan warga, termasuk masyarakat di wilayah Tangerang.
Fenomena tersebut ternyata dapat berkaitan dengan kondisi lingkungan saat musim kemarau.
Peneliti entomologi atau ilmu serangga dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Awit Suwito menjelaskan, sejumlah faktor yang memengaruhi perubahan populasi nyamuk.
Salah satunya adalah peningkatan suhu lingkungan ketika memasuki musim kemarau. Kondisi suhu yang lebih tinggi dapat memengaruhi siklus hidup nyamuk sehingga berlangsung lebih cepat.
"Mengapa populasi nyamuk pada musim kemarau (lebih tepatnya akhir kemarau dan awal musim hujan) rasanya lebih meningkat? Ini berkaitan dengan beberapa faktor. Faktor pertama, suhu lingkungan yang meningkat menjadikan waktu siklus hidup nyamuk semakin pendek," kata Awit dikutip dari Detik, Kamis 20 Agustus 2026.
Di sisi lain, musim kemarau membuat jumlah genangan air di luar rumah berkurang.
Padahal, genangan tersebut menjadi salah satu tempat yang digunakan nyamuk untuk berkembang biak.
Kondisi itu membuat nyamuk mencari sumber air lain yang masih tersedia, termasuk di sekitar maupun di dalam rumah.
Salah satu jenis yang dapat memanfaatkan kondisi tersebut adalah Aedes aegypti yang cenderung menyukai tempat dengan air jernih.
"Sehingga nyamuk, terutama nyamuk Aedes aegypti, yang lebih menyukai habitat air jernih, akan terpusat pada tempat-tempat air yang ada di dalam atau sekitar rumah, seperti bak mandi, kolam, tempat minuman hewan peliharaan, dan lain-lain," tutur Awit.
Selain tempat berkembang biak, kemampuan telur nyamuk bertahan dalam kondisi kering juga membuat siklus hidupnya tetap dapat berlanjut meskipun curah hujan sedang rendah.
Telur yang bertahan selama periode kering kemudian dapat melanjutkan perkembangan ketika musim hujan tiba dan genangan air kembali bermunculan.
Kondisi tersebut dapat membuat peningkatan jumlah nyamuk terjadi secara bersamaan di sejumlah lokasi.
"Telur nyamuk tahan akan kondisi kering sehingga, bila memasuki awal musim hujan, menciptakan genangan-genangan air yang memungkinkan telur tersebut melanjutkan siklus hidupnya. Sehingga seolah-olah penambahan populasi nyamuk makin tinggi dan serempak," tutur Awit.
Karena itu, keberadaan tempat penampungan air di dalam dan sekitar rumah perlu diperhatikan, terutama saat musim kemarau.
Mengurangi tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biak dapat membantu menekan keberadaan nyamuk di lingkungan rumah.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSebuah ruko yang dijadikan bisnis laundry di Jalan Lengkong Karya, RT 001/001, Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ludes terbakar pada Kamis 20 Agustus 2026, dini hari
Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews