Connect With Us

Saksi Kunci Dugaan Korupsi Tewas Ditembak di Lebak

| Jumat, 22 Juni 2012 | 18:38

ilustrasi senpi (tangerangnews / tangerangnews)

LEBAK-Penyidik Polres Lebak kesulitan mengungkap kasus dugaan korupsi mesin TIK manual desa sebanyak 340 bantuan APBD Provinsi Banten tahun 2010. Karena, satu dari ketiga tersangka dalam kasus tersebut yakni Kusdi warga Kampung Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang telah tewas ditembak Anggot Polres Serang karena terlibat kasus perampokan, pada Sabtu (16/6) sekira pukul 10.30 WIB.
 
Kusdi ditetapkan sebagai tesangka korupsi bantuan mesin TIK bersama dengan dua tersangka lainnya yakni Yahya mantan Ketua Asosiasi Persatuan Kepala Desa (Apdesi) Lebak dan Haidir Ketua Apdesi Provinsi Banten pada 23 Desember 2011 lalu.
 
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lebak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wiwin Setiawan mengatakan Kusdi merupakan saksi kunci yang bisa mengungkapkan dugaan kasus korupsi yang merugikan keuangan negara hingga sebesar Rp 419.208.294.
 
“Ya, saksi kunci dugaan korupsi bantuan mesin TIK Kusdi tewas ditembak aparat Polser Serang karena terlibat aksi perampokan,” ungkap Kasatreskrim Polres Lebak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wiwin Setiawan, Jumat (22/6).
 
Kepastian tewasnya tersangka kasus korupsi itu, kata AKP Wiwin setelah Polres Lebak mendapat informasi dari Polres Serang. Kendati salah satu tersangka dugaan korupsi mesin TIK telah tewas, namun penyelidikan terhadap kasus itu terus berjalan.
 
“Kami akui dengan tewasnya tersangka Kusdi akan semakin sulit untuk melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa. Kendati demikian kami akan terus berusaha petunjuk itu walaupun, jaksa telah dua kali mengembalikan berkas sebanyak kedua kepada kami,” terangnya.
 
Ditambahkan Kepala Unit tindak pidana krorupsi (Tipikor) Inspektur satu (Iptu) Harry Avianto, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dalam kasus dugaan korupsi mesin TIK tersebut kerugian keuangan negara sebesar Rp419.208.294.(TGH)

BANTEN
Kabar Gembira! Banten Segera Gratiskan Madrasah Aliyah Swasta

Kabar Gembira! Banten Segera Gratiskan Madrasah Aliyah Swasta

Senin, 2 Februari 2026 | 20:39

Setelah biaya pendidikan tingkat SMA digratiskan di Banten, kini jenjang Madrasah Aliyah (MA) Swasta segera menyusul.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

TEKNO
Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:27

Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill