Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANG-AEON Mall pusat perbelanjaan pertama miliki Jepang langsung mencuri perhatian pengunjung. Hal itu setidaknya terlihat pada hari ini, sesaat setelah resmi buka.
Kepadatan di dalam mall tersebut sangat terasa sekali, bahkan banyak yang tidak mendapatkan lokasi parkir. Pengelola pun akhirnya meminta kepada Sinarmas Land untuk membuka lahan kosong sementara untuk dijadikan lahan parkir.
"Sejak dibuka langsung ramai. Kita juga diminta sediakan lahan kosong untuk parkir sementara," ujar Panji Himawan Head of Corporate Comunication Sinarmas Land.
Benar saja, ketika wartawan masuk ke dalam mall. Nyaris semua toko tak ada yang dalam keadaan sepi pengunjung. Apalagi pada food carnival, tak ada tempat dan restoran yang sepi. Salah seorang pengunjung Indra Ramadhan mengatakan, dirinya mengetahui kalau AEON hari ini akan dibuka usai membaca berita. "Jelas saya penasaran, saya bawa keluarga. Karena katanya kan unik ya serba Jepang banget," kata warga BSD tersebut.

Setelah melihat langsung, Indra mengakui memang ada ciri khas khusus pada AEON yang tak bisa disamakan dengan pusat perbelanjaan lain. "Banyak orang Jepang di sini, terus bangunan serta serba serbi Jepang juga ada di sini seperti bunga Sakura dan yang lainnya," tuntasnya.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGDirektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten meringkus dua orang pelaku dugaan penipuan dan penggelapan dana penyelenggaraan ibadah haji khusus jenis Mujamalah.
Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews