Bus Penumpang Kepergok Angkut Belasan Motor Kredit di Pelabuhan Merak, Hendak Digelapkan ke Sumatera
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:18
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TANGERANGNEWS.com- Merek Tupperware dikabarkan nyaris mengalami kebangkrutan usai pihak perusahaan memperkirakan tidak lagi memiliki cukup dana untuk bertahan lebih lama.
Melansir dari bisnis.com, merek ikonik ini mengalami penurunan penjualan selama beberapa tahun belakangan ini lantaran industri wadah penyimpanan plastik kian merebak.
Merek lain mampu menjual produk serupa dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga menarik para konsumen Tupperware yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu berpindah.
Akibatnya, saham Tupperware kian merosot tajam hingga 68 persen sejak awal 2023. Hal ini pun berpotensi menimbulkan delisting karena tak kunjung merilis laporan tahunan.
Sementara itu, pihak perusahaan belum dapat memastikan dan baru merencanakan untuk pengajuan laporan tahunan tersebut dalam 30 hari ke depan.
"Tidak ada jaminan bahwa Formulir 10-K akan diajukan tepat waktu," kata pihak manajemen Tupperware seperti dikutip, Rabu 12 April 2023.
CEO Tupperware Brands Miguel Fernandez mengatakan, pihaknya telah meminta penasihat keuangan untuk membantu upaya pencarian dana dari investor.
"Tupperware telah memulai perjalanan untuk membalikkan operasi kami dan hari ini menandai langkah penting dalam menangani posisi modal dan likuiditas kami," ujarnya.
Fernandez menyebut, pihaknya meninjau portofolio real estatnya guna menjadi bahan pertimbangan para investor untuk memberikan suntikan dana.
"Perusahaan melakukan segala upaya untuk mengurangi dampak dari kejadian-kejadian yang terjadi baru-baru ini, dan kami mengambil tindakan segera untuk mencari pembiayaan tambahan dan memperbaiki posisi keuangan kami," pungkasnya.
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TODAY TAGDi tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Pasca banjir besar yang melanda Tangerang Raya pada akhir Januari 2026, pengembang Perumahan Villagio Residence di Kabupaten Tangerang melakukan serangkaian langkah strategis untuk mencegah banjir terulang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik sejak jauh hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews