Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam
Kamis, 23 April 2026 | 14:04
Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
TANGERANGNEWS.com- Merek Tupperware dikabarkan nyaris mengalami kebangkrutan usai pihak perusahaan memperkirakan tidak lagi memiliki cukup dana untuk bertahan lebih lama.
Melansir dari bisnis.com, merek ikonik ini mengalami penurunan penjualan selama beberapa tahun belakangan ini lantaran industri wadah penyimpanan plastik kian merebak.
Merek lain mampu menjual produk serupa dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga menarik para konsumen Tupperware yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu berpindah.
Akibatnya, saham Tupperware kian merosot tajam hingga 68 persen sejak awal 2023. Hal ini pun berpotensi menimbulkan delisting karena tak kunjung merilis laporan tahunan.
Sementara itu, pihak perusahaan belum dapat memastikan dan baru merencanakan untuk pengajuan laporan tahunan tersebut dalam 30 hari ke depan.
"Tidak ada jaminan bahwa Formulir 10-K akan diajukan tepat waktu," kata pihak manajemen Tupperware seperti dikutip, Rabu 12 April 2023.
CEO Tupperware Brands Miguel Fernandez mengatakan, pihaknya telah meminta penasihat keuangan untuk membantu upaya pencarian dana dari investor.
"Tupperware telah memulai perjalanan untuk membalikkan operasi kami dan hari ini menandai langkah penting dalam menangani posisi modal dan likuiditas kami," ujarnya.
Fernandez menyebut, pihaknya meninjau portofolio real estatnya guna menjadi bahan pertimbangan para investor untuk memberikan suntikan dana.
"Perusahaan melakukan segala upaya untuk mengurangi dampak dari kejadian-kejadian yang terjadi baru-baru ini, dan kami mengambil tindakan segera untuk mencari pembiayaan tambahan dan memperbaiki posisi keuangan kami," pungkasnya.
Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
TODAY TAGSeiring dengan perkembangan desain arsitektur dan interior yang semakin dinamis, kebutuhan akan elemen pendukung ruang pun ikut mengalami perubahan. Ruang kini tidak lagi bersifat statis, melainkan terus bertransformasi mengikuti fungsi
Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang telah menjaring sebanyak 105 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berada di wilayahnya sepanjang periode 2025.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews