Connect With Us

Tambah Mesin Produksi, ALVAboard Siap Gebrak Pasar Kardus Kemasan Reusable

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 27 Oktober 2025 | 20:50

Pabrik produksi kardus kemasan ALVAboard di Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-PT Alpha Gemilang Makmur, produsen inovatif kardus packaging berbahan Polypropylene board (PP board) merek ALVABoard, mengumumkan rencana besar demi memenuhi permintaan pasar global dan lokal yang melonjak.

Perusahaan akan penambahan mesin produksi dan perluasan sarana pabrik di Jakarta dengan nilai investasi sekitar Rp5-10 Miliar.

Langkah agresif ini diambil lantaran produk karton PP board mereka yang mampu digunakan ulang hingga 30-50 kali ini, telah menjadi solusi primadona bagi perusahaan yang ingin melakukan efisiensi biaya (cost down) dan mendukung keberlanjutan.

Tommy Horis, Chief Business Development Officer PT Alpha Gemilang Makmur mengungkapkan bahwa kapasitas produksi ALVAboard saat ini, yang mencapai 5.500 ton per tahun, sudah tidak mampu memenuhi permintaan.

"Meskipun kita menghadapi tantangan ekonomi global, kapasitas mesin kami saat ini sudah penuh. Oleh karena itu, kami menargetkan kenaikan kapasitas produksi sekitar 30% pada tahun 2026," ujarnya, Senin 27 Oktober 2025.

 

Ekspansi Global Incar Eropa dan Jepang

ALVAboard tidak hanya fokus di pasar domestik. Christabelle, Chief Marketing Officer PT Alpha Gemilang Makmur, menjelaskan bahwa target ambisius perusahaan adalah menjadi market leader di Indonesia sekaligus menggebrak pasar internasional.

"Kami sudah menjalin komunikasi dan melakukan trial sample untuk pasar Inggris, Eropa dan Jepang. CEO kami bahkan akan berangkat untuk pendekatan bisnis lebih lanjut," kata Christabelle.

Ia menambahkan bahwa Australia dan New Zealand juga menjadi target karena tingginya tren penggunaan PP board di sana.

Secara domestik, ALVAboard fokus pada pasar logistik dan elektronik di Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Batam.

Sedangkan pasar global, ALVAboard menjamah industri otomotif dimana pernah mengekspor boks untuk headlamp BMW ke Italia. 

 

Dukungan Circular Economy dan Solar Panel

Christabelle menekankan bahwa minat pasar yang tinggi didorong oleh prinsip keberlanjutan. Dalam setahun terakhir, lebih dari 400 perusahaan telah mengajukan inquiry terkait produk ini.

Untuk memperkuat komitmen lingkungan, ALVAboard akan meluncurkan kampanye "Circular Economy" pada tahun 2026.

Melalui program ini, konsumen didorong mengembalikan karton bekas pakai ke pabrik untuk di daur ulang, sehingga tidak ada produk yang berakhir di tempat sampah.

"Selain itu, kami telah menerapkan penggunaan energi terbarukan, salah satunya dengan memanfaatkan solar panel di fasilitas pabrik sebagai sumber listrik internal," terangnya.

Ekspansi yang didominasi otomasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi industri packaging yang lebih ramah lingkungan di masa depan.

TOKOH
Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05

Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

BISNIS
Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill