Connect With Us

Nikita Mirzani Tak Mau Menjanda Terlalu Lama

Denny Bagus Irawan | Selasa, 27 Oktober 2015 | 08:34

Nikita Mirzani (istimewa / tangerangnews)

TANGERANGNEWS.com – Sering dikecewakan pasangan tidak membuat Nikita Mirzani kapok untuk kembali menjalin suatu hubungan. Belajar dari kegagalan rumah tangganya bersama pria asing, Nikita kali ini memutuskan dekat dengan pria Indonesia.

Pemain film Comic 8 itu mengaku dirinya saat ini telah memiliki seorang kekasih. Nikita mengklaim saat ini kekasihnya bukan lagi pria berkewarganegaraan asing.

“Enggak ada bule-bule sekarang, ini Indonesia seutuhnya. Karena, dapatnya Indonesia Raya sekarang,” ungkapnya saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Meski sudah dua kali gagal menjalani kehidupan rumah tangga, mantan istri Sajad Ukra ini mengaku ingin cepat-cepat menikah lagi. Menurutnya, menikah lebih enak dari pada menjanda. “Siapa yang nggak mau nikah lagi. Enak kali nikah,” tandasnya.

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

BANTEN
PLN Gelar Edukasi Pencegahan Kebakaran untuk Warga Baduy di Kawasan Adat Kanekes Lebak Banten

PLN Gelar Edukasi Pencegahan Kebakaran untuk Warga Baduy di Kawasan Adat Kanekes Lebak Banten

Rabu, 4 Februari 2026 | 16:26

Upaya menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, dilakukan melalui kegiatan edukasi pencegahan kebakaran yang melibatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten

KAB. TANGERANG
Ganti Menteri Ganti Kurikulum: Siklus Penghancur Pendidikan Indonesia

Ganti Menteri Ganti Kurikulum: Siklus Penghancur Pendidikan Indonesia

Rabu, 4 Februari 2026 | 20:57

Pergantian kebijakan pendidikan yang cepat (kurikulum, asesmen, metode) membuat sekolah dan guru sulit beradaptasi. Siswa-siswi di sekolah pun sulit untuk menerima perubahan kurikulum secara menyeluruh.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill