Connect With Us

Imam Cemburu Lihat Jandanya Pulang Malam terus

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 20 September 2015 | 08:49

Tersangka Imam saat ditangkap Polsek Cipondoh, Tangerang. (Rangga A Zuliansyah / Tangerangnews)


TANGERANG-Imam, 33, warga jalan Cempaka RT 2/5 Kelurahan Kuncurian Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang yang merupakan pelaku pembunuh mantan istrinya, Nala Ratih Kartika, 19, janda muda di RT 1/1, Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mengakui dirinya cemburu.


"Ya saya masih sayang, saya cemburu lihat dia pulang malem terus. Saat saya nasehati dia malah marah, lalu bilang lebih baik bunuh diri daripada sama saya lagi, dia juga naik tembok," ujar tersangka Imam yang mengaku menyesali perbuatannya.
 

Kapolsek Cipondoh Kompol Paryanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, diketahui bahwa tersangka adalah orang yang terakhir kali bertemu korban.

Niat Imam ditolak korban, bahkan korban emosi dan pergi meninggalkan pelaku lalu. Tak lama kemudian, korban menjadi nekat memanjat tembok pembatas jalan tol setinggi kurang lebih 1,5 meter.
"Diatas tembok itu korban berkata 'dari pada saya mati sama bapak, lebih baik saya bunuh diri," tambahnya.

Korban yang berada diatas tembok tiba-tiba nyaris terpeleset. Pelaku berupaya menolong namun, justru berakhir dengan petaka.

"Pelaku menarik tangan korban agar tidak jatuh. Namun karena ditarik pelaku, korban justru jatuh dan wajahnya terbentur tanah," katanya.

Korban sempat pingsan dengan kondisi mulut berdarah hebat, lalu tak lama kemudian tewas. Pelaku yang panik membuang mayat korban di semak belukar di dekat situ, lalu ditutup dengan selembar seng.

"Pelaku melucuti pakaian korban agar seolah-olah seperti korban pembunuhan disertai perkosaan," katanya. Setelah itu pelaku kabur ke rumah kontrakannya di Kecamatan  Karang Tengah, Kota Tangerang.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

TANGSEL
Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan aktivitas armada pengangkut sampah di wilayah Bogor, Jawa Barat.

HIBURAN
Finalis Miss Japan 2026 Meet and Greet di Tangerang, Disambut Tari Lenggang Cisadane hingga Cicipi Sate Ayam

Finalis Miss Japan 2026 Meet and Greet di Tangerang, Disambut Tari Lenggang Cisadane hingga Cicipi Sate Ayam

Sabtu, 7 Februari 2026 | 22:57

Suasana Victoria Square, Kota Tangerang mendadak meriah dengan kehadiran tamu-tamu istimewa dari Negeri Sakura.

SPORT
Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:06

Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 Nova Arianto menyebut bahwa skuad musuh berada di posisi yang lebih diunggulkan pada laga yang akan digelar di Indomie Arena Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill