Connect With Us

Innalillahi, Dorce Gamalama Meninggal Terkena Covid-19

Tim TangerangNews.com | Rabu, 16 Februari 2022 | 10:53

Dorce Gamalama. (@TangerangNews / Instagram Dorce Gamalama)

TANGERANGNEWS.com–Kabar duka kembali mewarnai jagat  hiburan Indonesia. Artis senior Dorce Gamalama meninggal pada hari ini, Rabu 16 Februari 2022, setelah menderita Covid-19 sejak beberapa pekan terakhir. 

Artis serba bisa itu wafat pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Simprug, Jakarta Selatan, pada usia 58 tahun. 

Penyanyi dangdut dan sahabat Dorce, Hetty Sunjaya mengungkapkan bahwa Dorce meninggal akibat terpapar Covid-19.

"Jam 07.30 pagi meninggal. Beliau kena Covid-19 hampir tiga minggu di rumah sakit," kata Hetty dikutip dari DetikHot. 

Hetty menyebut kondisi kesehatan Dorce sempat menurun dan tidak sadarkan diri sehingga langsung dilarikan ke RSPP, Simprug.

Hetty mengaku tidak diizinkan melihat jenazah Dorce. Sebab, jenazahnya langsung diurus pihak RSPP.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

BANTEN
Burnout Bukan Cuma Lelah Bekerja, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Berdampak Lebih Serius

Burnout Bukan Cuma Lelah Bekerja, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Berdampak Lebih Serius

Selasa, 7 Juli 2026 | 16:13

Rasa lelah setelah bekerja merupakan hal yang wajar. Namun, ketika seseorang merasa kehabisan energi, kehilangan semangat, hingga tidak mampu memulai pekerjaan meski sudah berada di depan meja kerja, kondisi tersebut bisa menjadi tanda burnout.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill