Connect With Us

Warga Tangerang, Simak Tips Mengemudikan Mobil di Jalan Rusak

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 9 November 2022 | 11:52

Kondisi Jalan Pembangunan 1, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang tepatnya di pertigaan depan Alfamart rusak parah. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Tangerang sebagai salah satu kota terbesar di Provinsi Banten masih banyak ditemui jalanan rusak mulai dari yang rusak ringan hingga rusak berat.

Meski seringkali diperbaiki setiap tahun. Namun, kondisi jalan yang kembali rusak terus saja terjadi tanpa ada solusi berkelanjutan.

Kondisi jalan rusak tersebut pun tak jarang menimbulkan korban kecelakaan, seperti yang pernah terjadi pada Kamis, 7 Juli 2022 yang lalu, seorang ayah bersama anaknya terlibat kecelakaan saat berkendara melintasi jalanan rusak. 

"Iya, itu kecelakaannya akibat jalan rusak. Lokasi di Jalan Garuda tepatnya di bawah fly over dekat pabrik Wings," ujar Hardiansyah, Ketua KNPI Kecamatan Batuceper.

Maka dari itu, berikut adalah tips berkendara khususnya mobil ketika menjumpai jalanan rusak seperti dilansir dari murianews.com, Rabu 9 November 2022.

Pandangan ke Depan dan Fokus 

Dalam mengendarai mobil, visibilitas pandangan harus terus ke depan sembari melihat sekilas kondisi sekitar untuk menghindari jalan berlubang.

Jangan sampai kehilangan fokus, tetap konsentrasi dan hiraukan segala hal yang mengganggu, gunakan posisi tangan menyerupai arah jam 9 dan 3 pada kemudi setir. Posisi tersebut merupakan posisi terbaik ketika mengemudikan setir karena dapat mengontrol mobil dengan baik.

Jangan Asal Bermanuver 

Terkadang demi menghindari jalan berlubang, pengendara bermanuver membelokkan kendaraannya secara sembarangan. Hal ini mestinya dihindari lantaran dapat membahayakan pengguna jalan lain. 

Pelankan laju kendaraan dan tetap melewati jalanan rusak dan berlubang tersebut. Jangan Mengebut Tidak perlu untuk mengemudikan mobil dalam kecepatan tinggi. 

BACA JUGA: Akhirnya Pemkot Tangerang Boleh Kelola Aset AP II, Jalan Garuda dan Perancis Segera Diperbaiki

Selain itu, mengemudikan kendaraan dengan pelan akan memberikan kesempatan untuk menghindari lubang dan jalanan rusak. Sebab, Menghantam lubang saat kendaraan dikemudikan dalam kecepatan tinggi pun dapat memberikan dampak buruk pada suspensi kendaraan.

Jangan Mengebut 

Seperti pada poin sebelumnya, mengendarai kendaraan dengan keceparan tinggi tidak dianjurkan. Kemudikanlah kendaraan Anda sesuai dengan kecepatan yang dianjurkan di ruas jalan tersebut. 

Berkendara dengan kecepatan tinggi selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan orang lain.

Hati-Hati pada Genangan Air 

Jalanan yang banyak digenangi air merupakan pemandangan yang sering dijumpai di Tangerang, terlebih ketika musim hujan seperti saat ini.

Ketika melihat genangan air tersebut, sebaiknya waspada lantaran bisa saja genangan air tersebut merupakan jalanan yang berlubang, hindari genangan tersebut tapi apabila tidak memungkinkan, maka pelankan laju kendaraan untuk meminimalisir pengereman mendadak.

Pengereman mendadak sering terjadi ketika si pengendara tak waspada saat melintas di jalanan rusak dan berlubang. 

Demikian beberapa tips melintasi jalanan rusak yang banyak ditemui di wilayah Tangerang.

SPORT
Carlos Pena Racik Skuad Baru Demi Ketajaman Lini Depan Persita di BRI Super League 2026/2027

Carlos Pena Racik Skuad Baru Demi Ketajaman Lini Depan Persita di BRI Super League 2026/2027

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:20

Persita Tangerang resmi memperkenalkan jajaran pelatih dan skuad terbarunya untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:34

Cita rasa yang familiar dari makanan lokal kembali diolah dalam bentuk berbeda melalui kolaborasi VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bersama Chef Agnesia Cahaya, MasterChef Indonesia Season 10.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill