Connect With Us

4 Tahun Menumpang ke Gedung SD, SMA di Tangerang Tak Pernah Dapat Kejelasan

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 9 November 2022 | 11:04

Para siswa SMAN 30 Kabupaten Tangerang di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, saat menumpang belajar di gedung SDN 03 Parahu. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sekolah Menengah Atas (SMA) 30 Negeri Kabupaten Tangerang di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, harus berpuas diri selama kurang lebih empat tahun, karena terpaksa menumpang ke gedung SDN 03 Parahu dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Meski merupakan sekolah negeri, SMA 30 tak kunjung mendapat keputusan terkait pembangunan gedung baru dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Selain itu, fasilitas yang ada pun terbilang masih kurang seperti laboratorium, lab komputer, lapangan olahraga, toilet yang layak, dan ruang kelas yang nyaman. 

Kegiatan belajar tatap muka hanya dilaksanakan dari siang sampai sore, sebab saat pagi dipakai siswa SD.

Kepala SMAN 30 Kabupaten Tangerang Hariawan mengatakan, sekolah yang dipimpinnya itu telah meluluskan empat angkatan dan saat ini sudah memasuki angkatan yang kelima, selama itu pula mereka terus menumpang. 

Hariawan belum bisa memastikan kapan pembangunan gedung dilakukan lantaran tidak ada kabar dari dinas terkait.

"Iya, masih menunggu proses putusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten, untuk pembangunan gedungnya," katanya seperti dikutip dari serangtimur.com, Rabu 9 November 2022.

BACA JUGA: Desak Dimutasi, Kepsek Arogan Didemo Siswanya Sendiri

Ketua OSIS SMAN 30, Sofi mewakili aspirasi teman-temannya bahwa mereka sangat menginginkan tempat yang layak dan nyaman untuk belajar serta memiliki beberapa fasilitas sekolah.

"Selama empat tahun ini kami hanya bisa bermimpi memiliki gedung dan ruang kelas baru yang selama ini kami idamkan," ujarnya.

Ketua Komite SMAN 30 Kabupaten Tangerang, Husen menyayangkan pembiaran terhadap fasilitas pendidikan ini. 

Menurut Husen, hakikatnya pihak sekolah di dalam dunia pendidikan adalah yang menerima manfaat.

Namun, akibat adanya beberapa pihak yang berkepentingan dan mempunyai kepentingan sehingga para siswa menjadi korbannya.

Husen menyebut, pihaknya terus mendesak pihak terkait agar segera mempercepat proses pembangunan gedung agar siswa mendapat haknya untuk belajar dengan nyaman.

"Mohon Kepada Bapak PJ Gubernur Banten melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk segera memiliki gedung sendiri SMAN 30 Kabupaten Tangerang, agar para peserta didik bisa belajar dengan nyaman dalam KBM," tukasnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ini Jadwal dan Mata Pelajaran yang Diujikan Pada TKA SD dan SMP 2026

Ini Jadwal dan Mata Pelajaran yang Diujikan Pada TKA SD dan SMP 2026

Senin, 5 Januari 2026 | 11:12

Tes Kemampuan Akademik atau TKA kembali akan dilaksanakan pada 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan asesmen ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026 dan dapat diikuti peserta didik dari jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill