2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com- Perselingkuhan kerap terjadi di tempat kerja. Pasalnya, orang cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja dibandingkan di rumah bersama pasangannya.
Berdasarkan penelitian, 85 persen perselingkuhan diawal dari tempat kerja, dengan satu dari lima karyawan mengaku tidak setia.
Menurut survei yang dilakukan oleh RANT Casino perusahaan asal Inggris, sebanyak 43 persen pekerja mengaku berselingkuh dengan rekan kerjanya.
Perselingkuhan umumnya terjadi tempat kerja sebanyak 25 persen, acara kerja 21 persen, perjalanan dinas 14 persen, dan pertemuan di luar jam kerja 17 persen.
Dari penelitian itu, diungkapkan bahwa pasangan yang bekerja di beberapa industri tertentu, maka secara statistik lebih mungkin berselingkuh.
Disebutkan juga, bahwa mereka yang berada di bidang penjualan paling mungkin tidak setia dengan pasangannya.
"Dengan jam kerja yang tidak teratur dan banyak fungsi kerja, atau acara jaringan untuk dihadiri, ini menempatkan industri ini sebagai tempat yang paling potensial untuk keberlanjutan perselingkuhan," demikian disampaikan oleh penelitian tersebut.
Profesi Paling Mungkin Berselingkuh
Di sisi lain, orang yang bekerja di bidang sains dan farmasi, manajemen bisnis, dan penegakan hukum dinilai sebagai profesi paling setia di antara 25 industri yang disurvei.
Profesi Paling Tidak Mungkin Berselingkuh
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGSeorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews