Connect With Us

Mantan Istri Ungkap Alasan Penyakit Mata Kurnia Meiga Karena Hobi Mabuk Alkohol, Begini Kata Dokter

Fahrul Dwi Putra | Senin, 11 Maret 2024 | 07:46

Eks Kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga (kiri). (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan kemunculan mantan istri Kurnia Meiga, eks kiper Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Dalam siniar di kanal YouTube Denny Sumargo, mantan istri Kurnia Meiga, Azhiera Adzka Fathir mengungkapkan alasan penyakit pemain bernomor punggung 1 itu hingga akhirnya memutuskan bercerai.

Dia menyebut, Ega sapaan akrab Kurnia Meiga, memiliki kebiasaan meminum minuman beralkohol. Bahkan, ia kerap mengunci anak dan istrinya di luar kamar jika sedang bermabuk-mabukkan.

"Itu dari dia umur 18 tahun ceritanya," katanya.

Menurutnya, penyebab penyakit mata yang diderita Kurnia Meiga lantaran kebiasaan mabuk alkohol tersebut.

Melansir dari Hermina Hospital, memang terdapat beberapa jenis alkohol yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kebutaan, yakni metanol. 

Dokter Mata (Optamologi) dari RS Hermina Soreang, dr. Bella Pratiwi Sudjana, Sp.M menjelaskan, zat ini memiliki potensi merusak sistem saraf, termasuk saraf mata, yang awalnya menimbulkan peradangan dan berujung pada kematian jaringan saraf, yang dapat menyebabkan kebutaan dan bahkan kematian.

Minuman beralkohol memiliki beragam kadar alkohol. Sebagian besar minuman alkohol mengandung senyawa etanol dengan rumus molekul C2H5OH. Etanol dapat memengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan kehilangan kesadaran, dan dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan kematian.

Lebih lanjut, dalam pembuatan alkohol oplosan yang sering kali dicampur sendiri, metanol (CH3OH) atau benzena (C6H6) sering digunakan. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan keracunan dan kerusakan saraf permanen, seperti kebutaan atau kematian.

Metanol, setelah menyatu dengan alkohol, menjadi zat kimia yang tidak dapat dipisahkan. Konsumsi metanol dapat menyebabkan kebutaan dan kelumpuhan. Benzena, dalam kasus ringan, dapat menyebabkan kekurangan eritrosit dan leukosit, sementara dalam kasus berat, dapat menyebabkan mual, kegagalan fungsi jantung, dan kematian.

Pada kasus penglihatan buram mendadak, terapi maksimal yang diberikan oleh Dokter Spesialis Mata adalah injeksi obat dosis tinggi. Respon individu terhadap terapi berbeda-beda, dengan kemungkinan membaiknya tajam penglihatan pada kasus yang tidak terlambat, namun kerusakan jaringan total sulit untuk pulih.

Meskipun kematian sulit diprediksi, campuran alkohol dengan zat kimia seperti metanol sangat berbahaya. Konsumsi alkohol yang dicampur dengan metanol dapat menyebabkan kebutaan, kelumpuhan, hingga kematian, dan kasus ini cukup umum di masyarakat.

Selain risiko kebutaan dan kematian, konsumsi alkohol juga dapat memicu beberapa jenis kanker, termasuk di mulut, kerongkongan, tenggorokan, laring, dan hati. Alkohol merangsang perkembangan sel kanker dan merusak DNA dalam tubuh, menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

Mengingat bahayanya, diimbau agar menjauhi alkohol dan menerapkan gaya hidup sehat tanpa alkohol adalah langkah yang bijaksana untuk mencegah dampak buruk bagi kesehatan, mulai dari kebutaan hingga risiko kematian.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BANTEN
Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:49

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill